DI YOGYAKARTA — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan dinamika signifikan pada pasar kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di awal tahun 2026. BYD mencatatkan performa tertinggi pada Januari dengan pengiriman 4.879 unit, yang berkontribusi besar terhadap total capaian mereka sebanyak 12.473 unit selama tiga bulan pertama. Angka ini menempatkan BYD jauh di depan kompetitor lainnya dalam peta persaingan mobil listrik tanah air.
Daftar 5 Merek Mobil Listrik Terlaris Kuartal I 2026
Persaingan di segmen BEV kini tidak lagi hanya didominasi oleh pemain lama, menyusul masuknya sejumlah manufaktur baru yang langsung mencatatkan angka distribusi ribuan unit. Berikut adalah rincian penjualan wholesales lima besar merek mobil listrik di Indonesia:
- BYD: 12.473 unit
- Jaecoo: 7.827 unit
- Geely: 2.813 unit
- Wuling: 2.599 unit
- AION: 2.148 unit
Jaecoo yang menempati posisi kedua menunjukkan tren pertumbuhan konsisten dengan puncak distribusi terjadi pada Maret sebanyak 2.959 unit. Sementara itu, Geely juga mencatatkan performa positif di bulan yang sama dengan menyalurkan 1.133 unit ke jaringan dealer.
Fluktuasi Distribusi Bulanan dan Total Wholesales Nasional
Meskipun secara keseluruhan tren pasar BEV masih berada di jalur positif, angka distribusi bulanan mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh momentum pameran otomotif dan strategi distribusi masing-masing merek. Total wholesales nasional tercatat sempat melonjak di bulan kedua sebelum mengalami koreksi tipis pada akhir kuartal pertama.
- Januari 2026: 10.264 unit
- Februari 2026: 12.314 unit
- Maret 2026: 10.572 unit
Kondisi ini mencerminkan pasar kendaraan listrik Indonesia masih dalam tahap perkembangan. Faktor ketersediaan stok di dealer serta peluncuran model baru menjadi variabel penentu volume distribusi dari pabrik ke jaringan ritel setiap bulannya.
Agresivitas Manufaktur Tiongkok dan Dukungan Ekosistem
Dominasi merek-merek asal Tiongkok di pasar domestik didorong oleh tawaran teknologi baterai terbaru, fitur keselamatan lengkap, serta jarak tempuh yang sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal. Selain faktor produk, harga yang kompetitif menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Pertumbuhan minat masyarakat terhadap mobil listrik juga didukung penuh oleh langkah pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya. Kehadiran berbagai model dengan rentang harga yang semakin beragam memberikan fleksibilitas bagi calon konsumen dalam memilih kendaraan listrik yang sesuai dengan anggaran mereka.