Pencarian

PT Pegadaian Pangkas Harga Emas Hari Ini 21 Mei 2026, Cetakan UBS Anjlok Rp 48.000 per Gram

Kamis, 21 Mei 2026 • 08:21:01 WIB
PT Pegadaian Pangkas Harga Emas Hari Ini 21 Mei 2026, Cetakan UBS Anjlok Rp 48.000 per Gram
Harga emas cetakan UBS di Pegadaian turun Rp 48.000 per gram pada 21 Mei 2026.

DI YOGYAKARTA — Penurunan harga emas di outlet PT Pegadaian (Persero) kali ini dipimpin oleh produk besutan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) yang merosot tajam. Pada saat yang sama, emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) serta merek internal anak usaha Pegadaian, Galeri24, juga kompak melemah dibandingkan hari sebelumnya.

UBS Anjlok Rp 48.000, Ini Rincian Harga Emas Ritel di Pegadaian

Emas cetakan UBS mengalami koreksi paling signifikan sebesar Rp 48.000, sehingga kini dibanderol Rp 2.797.000 per gram. Sebelumnya, emas UBS sempat bertahan di posisi Rp 2.845.000 per gram pada perdagangan hari lalu.

Sementara itu, emas Antam di Pegadaian menyusut Rp 25.000 menjadi Rp 2.862.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 2.887.000. Produk Galeri24 juga terpangkas Rp 26.000, kini berada di level Rp 2.756.000 per gram.

Pegadaian menyediakan berbagai ukuran untuk memenuhi kebutuhan investasi masyarakat. Emas Galeri24 tersedia mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram, UBS dijual hingga pecahan 500 gram, sedangkan Antam dibatasi hingga pecahan 100 gram.

  • Koreksi Terbesar: Emas UBS turun Rp 48.000 per gram pada Kamis (21/5/2026).
  • Harga Global: Emas spot dunia naik 1 persen ke level USD 4.532,72 (sekitar Rp 72,52 juta) per troy ons.
  • Suku Bunga AS: Probabilitas Federal Reserve menahan suku bunga pada Juni 2026 mencapai 89,6 persen menurut CME FedWatch.

Kontradiksi Global: Emas Dunia Justru Menguat ke USD 4.532 per Ons

Berbeda dengan tren penurunan harga ritel domestik, emas di pasar spot global justru menguat 1 persen ke level USD 4.532,72 per troy ons pada Rabu (20/5/2026). Kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Juni juga naik 0,5 persen ke USD 4.535,30.

Kenaikan harga emas dunia ditopang oleh meredanya kekhawatiran inflasi seiring harapan penyelesaian konflik di Iran. Situasi ini menekan harga minyak mentah Brent setelah Presiden AS Donald Trump memproyeksikan konflik Timur Tengah akan segera berakhir.

"Kita melihat jeda dari peningkatan imbal hasil obligasi yang berkelanjutan, sehingga harga emas menguat dari titik terendahnya," ujar David Meger, Direktur Perdagangan High Ridge Futures.

Imbal Hasil Obligasi AS Turun dan Proyeksi Suku Bunga Federal Reserve

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dari level tertinggi sejak Januari 2025 turut mendongkrak daya tarik emas global. Sebagai aset tanpa imbal hasil, daya saing emas meningkat saat yield obligasi dan suku bunga acuan diproyeksikan melandai.

Menurut David Meger, penyelesaian konflik geopolitik dan pembukaan Selat Hormuz akan menjadi katalis positif bagi perekonomian dunia. Ekspektasi penurunan suku bunga acuan global otomatis akan menguntungkan instrumen investasi emas dalam jangka panjang.

Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 89,6 persen bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juni 2026, sementara peluang kenaikan bunga pada Desember berada di angka 48,6 persen.

Fluktuasi harga emas domestik di Pegadaian yang cenderung terlambat merespons dinamika global merupakan hal lumrah akibat perbedaan zona waktu perdagangan. Bagi investor di Indonesia, penurunan harga lokal hari ini menyajikan peluang akumulasi aset di tengah proyeksi jangka panjang emas dunia yang masih prospektif.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks