YOGYAKARTA — KRL Jogja-Solo menjadi tulang punggung mobilitas warga yang hendak bepergian antarkota pada akhir pekan ini. Kereta listrik tersebut melayani 13 stasiun pemberhentian, menghubungkan pusat kota, kawasan pendidikan, area bisnis, hingga permukiman di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo Raya.
Berdasarkan informasi resmi dari KAI Commuter, jadwal keberangkatan pada Sabtu (23/5/2026) dimulai sejak pagi. Frekuensi perjalanan cukup rapat, yakni setiap 60 hingga 90 menit sekali, sehingga penumpang memiliki banyak opsi waktu keberangkatan.
Rute dan Stasiun yang Dilewati
KRL Jogja-Solo melintasi jalur strategis dengan total 13 stasiun. Rute ini mencakup titik-titik penting seperti kampus, perkantoran, dan pusat perbelanjaan di kedua kota. Berikut daftar stasiun pemberhentian:
- Stasiun Yogyakarta
- Stasiun Lempuyangan
- Stasiun Maguwo
- Stasiun Brambanan
- Stasiun Srowot
- Stasiun Klaten
- Stasiun Ceper
- Stasiun Delanggu
- Stasiun Gawok
- Stasiun Purwosari
- Stasiun Solo Balapan
- Stasiun Solo Jebres
- Stasiun Palur
Tarif Tetap Rp 8.000, Pembayaran Bisa Pakai QR Code
KAI Commuter mempertahankan tarif KRL Jogja-Solo sebesar Rp 8.000 per penumpang. Angka ini dinilai sangat terjangkau untuk jarak tempuh yang melintasi dua provinsi. Pembayaran tiket dapat dilakukan menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik bank, maupun QR code melalui aplikasi dompet digital yang telah bekerja sama dengan operator.
Fakta Singkat KRL Jogja-Solo
- Relasi: Yogyakarta – Palur (Solo)
- Tarif: Rp 8.000 per penumpang (tetap)
- Frekuensi: Setiap 60-90 menit
- Jumlah stasiun: 13 stasiun
Moda transportasi ini masih menjadi andalan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, kuliah, berbelanja, hingga perjalanan wisata akhir pekan. Praktis dan efisien, KRL Jogja-Solo tetap diminati karena jadwal yang rutin dan tarif yang murah.