Pencarian

Pemkab Bantul Hibahkan 21 Alat Mesin Pertanian ke Gapoktan, Ada Syarat Ketat agar Tak Dijual

Selasa, 09 Juni 2026 • 20:32:01 WIB
Pemkab Bantul Hibahkan 21 Alat Mesin Pertanian ke Gapoktan, Ada Syarat Ketat agar Tak Dijual
Pemkab Bantul menyerahkan 21 unit alat mesin pertanian kepada Gapoktan dengan syarat ketat pemeliharaan.

BANTUL — Sebanyak 21 unit alat mesin pertanian (alsintan) kini resmi dikelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Bantul. Bantuan hibah dari Pemkab Bantul itu terdiri dari empat hand sprayer, satu rice transplanter, sepuluh power thresher, dan enam sarana pasca panen tembakau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo menekankan setiap kelompok penerima wajib menjaga dan merawat alat yang dihibahkan. Larangan paling keras: menjual atau memperuntukkan alsintan bagi pihak ketiga.

Ketua Gapoktan Teken Perjanjian di Atas Materai

"Setiap kelompok penerima wajib menjaga dan merawat alat yang telah dihibahkan," kata Joko di Yogyakarta, Senin.

Para ketua Gapoktan sudah menandatangani perjanjian di atas materai sebagai ikrar. Mereka juga harus menyampaikan laporan penggunaan alat secara berkala setiap bulan, termasuk kondisi alat dan perolehan manfaatnya.

"Setiap bulan juga harus ada pelaporan penggunaan alat itu, seandainya ada alat yang rusak menjadi tanggung jawab kelompok," ujar Joko.

Boleh Dipakai di Luar Kelompok, Asal Operator dari Gapoktan

Meski hibah bersifat eksklusif, alat pertanian itu tetap bisa dioperasikan di luar kelompok. Syaratnya, operator yang menjalankan harus dari internal Gapoktan dan bertanggung jawab penuh.

Kebijakan ini diambil agar produktivitas pertanian di Bantul tidak hanya meningkat di lingkup kelompok, tapi juga menjangkau petani lain di sekitarnya.

Bupati: Bantuan Gratis, Target Ketahanan Pangan Nasional

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan bantuan tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun. Menurutnya, hibah alsintan bertujuan mendorong sektor pertanian kembali jaya dan memakmurkan bangsa.

"Negara yang tangguh adalah negara yang memiliki ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air," kata Halim.

Dia menyebut tiga komoditas itu—pangan, energi, dan air—harus dikuasai daerah. Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dan membuka peluang ekspor komoditas pangan.

"Kita ingin ketahanan pangan kita ini semakin kuat, yang asalnya impor, kita menjadi ekspor," tegasnya.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks