DI YOGYAKARTA — Indonesia memiliki sekitar 3.000 pabrik kelapa sawit yang menghasilkan limbah cair dalam jumlah masif. Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengungkapkan, dari total potensi 130 juta meter kubik POME per tahun, sebagian besar belum tersentuh sebagai sumber energi domestik.
"Sumbernya ada, teknologinya ada, pembiayaannya ada. Tinggal bagaimana kita membangun skema bisnis yang tepat," kata Hokkop dalam forum Climate Policy Initiative (CPI) di Jakarta, Kamis pekan lalu.
Ia menambahkan, pemanfaatan POME menjadi CBG bisa menjadi solusi ganda: menekan emisi metana sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Metana sendiri merupakan gas rumah kaca yang 28 kali lebih kuat dari CO2 dalam memerangkap panas.
Skema Bisnis Jadi Kunci Eksekusi
PLN EPI menilai kendala utama bukan pada ketersediaan bahan baku atau teknologi, melainkan pada model bisnis yang belum matang. Hokkop menekankan perlunya kolaborasi antara industri sawit, perusahaan energi, dan lembaga pembiayaan untuk mempercepat implementasi.
"Kalau industri sawit ini bisa kita manfaatkan untuk kepentingan energi ekonomi, potensinya sangat besar," ujarnya dalam keterangan pers, Senin (15/6/2026).
CBG yang dihasilkan dari proses pengolahan POME dinilai memiliki kualitas setara gas alam, sehingga bisa langsung digunakan untuk substitusi LNG di sektor industri dan pembangkit listrik. Langkah ini sejalan dengan target dekarbonisasi pemerintah yang tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC).
Dampak Langsung ke Emisi dan Impor Energi
Jika seluruh potensi limbah sawit dioptimalkan, Indonesia bisa mengurangi emisi metana hingga 20 juta ton CO2e per tahun. Angka ini setara dengan emisi tahunan dari jutaan kendaraan bermotor.
Di sisi lain, substitusi LNG dengan CBG lokal juga berpotensi menghemat devisa negara. Saat ini Indonesia masih mengimpor LNG untuk memenuhi kebutuhan gas domestik, sementara limbah sawit yang melimpah justru menjadi sumber polusi.
PLN EPI tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan sawit untuk membangun pilot project pengolahan POME menjadi CBG. Jika berhasil, proyek ini bisa direplikasi di ratusan pabrik sawit lainnya di Sumatera dan Kalimantan.
Langkah ini sekaligus menjawab kritik internasional terhadap industri sawit Indonesia yang kerap disorot karena dampak lingkungannya. Dengan mengubah limbah menjadi energi, sektor sawit bisa menunjukkan kontribusi nyata dalam transisi energi nasional.