DI YOGYAKARTA — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengkonfirmasi guncangan paling lama dan terkuat dirasakan warga di Kabupaten Poso dan Kota Palu. Di dua wilayah itu, getaran berlangsung selama 4 hingga 6 detik, membuat warga berhamburan keluar rumah.
“BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa,” kata Abdul dalam siaran pers, Selasa (16/6/2026).
Episenter di Darat, Warga Poso dan Donggala Ikut Terdampak
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur. Kedalaman hiposenter hanya 10 kilometer, menjadikannya gempa dangkal yang getarannya terasa kuat hingga radius puluhan kilometer.
Abdul merinci episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala. Di Kabupaten Donggala, intensitas gempa dirasakan sedang selama dua detik. Sementara di Kabupaten Sigi, warga merasakan getaran sekitar lima detik dan langsung keluar rumah mengantisipasi gempa susulan.
Jendela Berderik, BPBD Turun ke Lokasi
Di Kabupaten Parigi Moutong, dampak gempa terlihat dari laporan warga yang menyebut jendela dan pintu berderik serta dinding bangunan berbunyi. “Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah,” ungkap Abdul.
Hingga Selasa malam, BNPB dan BPBD setempat masih melakukan pendataan di lapangan. Prioritas utama adalah memastikan tidak ada korban jiwa dan mencatat kerusakan infrastruktur, khususnya rumah warga dan fasilitas umum.
Imbauan Waspada Gempa Susulan dan Bangunan Retak
BNPB mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat di seluruh wilayah terdampak. Warga diminta tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG harus menjadi acuan utama.
“Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang,” demikian pernyataan resmi BNPB.
Proses pendataan dan pemantauan terus berlangsung. BNPB berjanji akan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring perkembangan situasi di lapangan.