Pencarian

Harga Beli Batu Bara PLN Dinilai Terlalu Murah, Bahlil Bentuk Tim Khusus Pengadaan

Kamis, 18 Juni 2026 • 11:45:01 WIB
Harga Beli Batu Bara PLN Dinilai Terlalu Murah, Bahlil Bentuk Tim Khusus Pengadaan
Bahlil membentuk tim khusus untuk mengatasi masalah pengadaan batu bara PLN.

DI YOGYAKARTA — Krisis pasokan batu bara untuk pembangkit listrik kembali menjadi perhatian serius pemerintah. Bahlil mengungkapkan bahwa harga beli batu bara kalori sedang oleh PLN selama ini tidak kompetitif, sehingga pemasok enggan menjual ke perusahaan pelat merah tersebut.

Tim Khusus Dibentuk, Ini Tugasnya

Untuk mengurai masalah ini, Bahlil telah membentuk tim pengadaan batu bara kalori sedang. Tim ini bertugas merumuskan skema pembelian yang lebih menarik bagi pemasok, tanpa membebani keuangan PLN secara berlebihan.

"Dalam rangka mengatasi kendala pasokan, kami bentuk tim khusus. Harapannya, pasokan batu bara untuk PLN bisa lancar kembali," ujar Bahlil dalam keterangan resmi di Jakarta, pekan lalu.

Mengapa Harga Beli Bisa Jadi Masalah?

Batu bara kalori sedang merupakan jenis yang paling banyak digunakan untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN. Jika harga beli di bawah harga pasar, produsen lebih memilih menjual ke pembeli lain, termasuk ke pasar ekspor.

Akibatnya, pasokan untuk pembangkit listrik dalam negeri menipis. Situasi ini berpotensi mengganggu keandalan sistem kelistrikan, terutama di Pulau Jawa yang konsumsi listriknya paling tinggi.

Dampak ke Masyarakat dan Industri

Gangguan pasokan batu bara bukan sekadar masalah teknis di hulu. Jika pembangkit kekurangan bahan bakar, produksi listrik bisa turun. Dalam skenario terburuk, pemadaman bergilir bisa terjadi.

Bagi pelaku industri, pemadaman listrik berarti kerugian produksi. Bagi rumah tangga, aktivitas sehari-hari bisa terganggu. Karena itu, langkah Bahlil membentuk tim pengadaan dinilai tepat untuk mengantisipasi risiko tersebut.

PLN sendiri selama ini mengemban tugas pelayanan publik (PSO) untuk menyediakan listrik dengan tarif terjangkau. Namun, kebijakan harga beli yang terlalu rendah justru bisa menjadi bumerang bagi pasokan jangka panjang.

Pemerintah kini mengejar solusi cepat. Tim yang dibentuk Bahlil diharapkan bisa menyelesaikan masalah ini dalam waktu dekat, sebelum dampaknya meluas ke konsumen listrik di seluruh Indonesia.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks