YOGYAKARTA — Pemerintah Daerah DIY tak ingin kepedulian terhadap lingkungan berhenti pada wacana. Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar Kamis, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyerukan gerakan kolektif menghadapi ancaman perubahan iklim. Tema yang diusung tahun ini, "Act Now for Climate, Saatnya Bekerja untuk Iklim", menjadi panggilan untuk bertindak.
"Selaras dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana yang berarti kewajiban melindungi, memelihara, dan membina keselamatan serta kelestarian alam, mari kita ubah kepedulian menjadi tindakan nyata demi bumi yang lebih baik," kata Wagub membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Triple Planetary Crisis: Ancaman yang Saling Terkait
Wagub DIY memaparkan bahwa dunia saat ini menghadapi tiga krisis besar yang dikenal sebagai Triple Planetary Crisis. Ketiganya adalah perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan degradasi keanekaragaman hayati. Menurutnya, ketiga persoalan ini saling berkaitan dan berpotensi mengancam daya dukung alam, kualitas hidup masyarakat, hingga keberlanjutan pembangunan di DIY.
"United Nations Environment Programme (UNEP) mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi Triple Planetary Crisis. Karena itu, kerja iklim tidak dapat dilakukan secara parsial. Kita harus bergerak bersama, dari pemerintah hingga masyarakat," tegasnya.
Langkah Kecil dari Rumah dan Kampung
Gubernur DIY melalui sambutan yang dibacakan Wagub menekankan bahwa aksi mitigasi bisa dimulai dari lingkup terkecil. Keluarga, kampung, sekolah, kantor, hingga komunitas didorong untuk menerapkan kebiasaan ramah lingkungan. Mulai dari pengurangan sampah, penanaman pohon, penghematan energi, hingga membudayakan gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dalam kehidupan sehari-hari.
"Manusia adalah pelindung dan perawat dunia. Alam maringi (memberi), alam ngelakoni (melakukan), alam ngadili. Langkah kecil kita hari ini adalah warisan berharga bagi generasi masa depan," ujar Wagub.
Komitmen Iklim Nasional dan Aksi di Lapangan
Komitmen Pemda DIY ini sejalan dengan target nasional Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui Nationally Determined Contribution (NDC) sesuai Persetujuan Paris. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk membangkitkan kesadaran kolektif.
Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sejak awal Juni. DLHK DIY memutar film edukasi lingkungan "Menolak Punah", menggelar aksi gotong royong bersih lingkungan di seluruh perangkat daerah, hingga menanam mangrove di kawasan pesisir Trisik, Kulon Progo. "Perubahan iklim harus direspons bersama melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat," kata Kusno.