DI YOGYAKARTA — Kabar ini muncul langsung dari panggilan konferensi peluncuran GranTurismo, GranCabrio, dan Grecale versi 2027. Cristiano Fiorio, kepala pemasaran Maserati, menjawab tegas saat ditanya soal masa depan sedan pabrikan asal Modena itu. "Jawabannya adalah ya, benar sekali. Saya yakin sedan akan kembali," ujarnya.
Strategi Maserati Isi Kekosongan Segmen E-Segment
Selama beberapa tahun terakhir, jajaran Maserati hanya terdiri dari Grecale (crossover kompak), GranTurismo (coupe), GranCabrio (convertible), MC20, dan GT2 Stradale. Tidak ada satu pun model sedan yang dijual. Padahal, sejarah panjang Maserati justru dibangun di atas nama Quattroporte—yang dalam bahasa Italia berarti "empat pintu"—sejak 1963.
COO Santo Ficili menjelaskan bahwa permintaan pelanggan menjadi alasan utama pengembangan model ini. "Saat ini kami tidak hadir di segmen E, padahal di sanalah warisan dan cerita kami berada, yaitu Quattroporte atau Ghibli. Karena itu, kami mengembangkan model baru karena ada permintaan spesifik dari pelanggan," kata Ficili.
Bukan Sekadar Sedan Biasa, Bisa Jadi Model Semi-SUV
Yang menarik, Maserati tidak menjanjikan sedan konvensional. Ficili memberi kode bahwa interpretasi modern dari sedan bisa berubah. "Akan ada ruang untuk semacam sedan yang sedikit lebih mumpuni," ujarnya. Spekulasi mengarah pada bentuk seperti Toyota Crown yang sedikit lebih tinggi atau mendapat tambahan cladding plastik hitam khas crossover.
Segmen E yang dimaksud adalah kelas sedan mewah ukuran menengah yang dihuni BMW Seri 5, Mercedes-Benz E-Class, dan Audi A6. Ghibli yang dihentikan pada 2022 lalu juga berada di segmen ini. Quattroporte sendiri sempat diposisikan di segmen F yang lebih besar.
Tren Sedan Global Mulai Bangkit
Keputusan Maserati bukan tanpa dasar. Data penjualan terbaru menunjukkan geliat sedan mulai terasa. Honda Accord mencatat kenaikan penjualan 42 persen year-on-year pada April lalu, sementara Toyota Camry naik 18 persen di periode yang sama. Survei juga menemukan bahwa 51 persen remaja di Amerika Serikat membayangkan diri mereka mengendarai sedan, dibandingkan hanya 31 persen yang memilih SUV.
Fiorio secara spesifik menyebut fenomena ini sebagai perilaku "retro-seeking" dari pembeli muda. Generasi yang tumbuh besar di dalam crossover justru tidak ingin mengendarai mobil yang sama dengan orang tua mereka—mirip dengan bagaimana Generasi X dan milenial dulu membenci minivan.
Kapan Meluncur? Belum Ada Kepastian Jadwal
Maserati belum memberikan timeline pasti kapan sedan anyar ini akan diperkenalkan. Yang jelas, model ini akan menjadi jembatan antara Grecale yang lebih terjangkau dengan GranTurismo yang lebih eksotis dan mahal. Dengan SUV yang mulai kehilangan dominasinya secara perlahan, kehadiran sedan anyar Maserati bisa menjadi sinyal kuat bahwa era baru mobil bertubuh rendah telah dimulai.