Pencarian

Festival Ketoprak 12 Kapanewon di Kulonprogo Buktikan Seni Tradisi Bertahan di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 27 Juni 2026 • 20:18:32 WIB
Festival Ketoprak 12 Kapanewon di Kulonprogo Buktikan Seni Tradisi Bertahan di Tengah Efisiensi Anggaran
Penonton antusias menyaksikan penampilan ketoprak Kapanewon Sentolo di Festival Ketoprak Kulonprogo 2026.

KULONPROGO — Suasana Taman Budaya Kulonprogo pada Rabu (24/6/2026) malam dipenuhi antusiasme penonton. Mereka menyaksikan penampilan kontingen dari Kapanewon Sentolo yang hanya diberi waktu tampil 30 menit, namun mampu menghadirkan pertunjukan memikat dengan tata panggung sederhana dan perpindahan properti yang lincah.

Festival yang digelar hingga Kamis (25/6/2026) ini mengangkat tema besar Mataram Pasca-Perjanjian Giyanti. Seluruh pendanaan kegiatan berasal dari Dana Keistimewaan DIY.

Efisiensi Jadi Dorongan Berinovasi

Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan keterbatasan anggaran justru dimaknai sebagai dorongan untuk lebih kreatif. Pihaknya memilih tetap mempertahankan festival karena dinilai menjadi kebutuhan utama masyarakat.

"Efisiensi kami maknai sebagai sesuatu yang lazim, yang biasa," ujar Joko kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Menurut Joko, setiap pementasan ketoprak melibatkan banyak pihak. Mulai dari perias, perajin kostum, pengrawit, hingga pembuat properti yang memanfaatkan bahan sederhana menjadi perlengkapan pertunjukan.

"Bicara ketoprak ini ikutannya banyak banget," katanya.

Seni sebagai Ekosistem Ekonomi dan Pendidikan

Joko menilai ketoprak bukan sekadar pertunjukan di atas panggung. Ia menyebutnya sebagai ekosistem yang menghidupi banyak profesi sekaligus menjadi media pelestarian budaya.

Dinas Kebudayaan Kulonprogo juga memprioritaskan dukungan kepada seniman dan komunitas budaya di daerah dengan tingkat kesejahteraan rendah. Dengan cara itu, seni tidak hanya menjadi media pelestarian budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Ketoprak juga dinilai memiliki fungsi sebagai sarana pendidikan karakter. Melalui proses latihan hingga pementasan, generasi muda belajar tentang disiplin, gotong royong, saling menghormati, serta memahami nilai-nilai budaya warisan leluhur.

Bupati: Seni Budaya Cerminkan Karakter Daerah

Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, yang hadir menyaksikan pertunjukan, menilai seni budaya mencerminkan karakter suatu daerah. Menurutnya, masyarakat yang mampu menjaga tradisi akan memiliki penghormatan lebih kuat terhadap sejarah dan warisan leluhurnya.

"Sebetulnya yang namanya seni budaya ini kan menunjukkan gambaran tentang karakter dari satu daerah," kata Agung usai menyaksikan salah satu pertunjukan.

"Bisa melestarikan seni budaya, tentunya dia akan sangat lebih respek, lebih hormat kepada para leluhurnya, karena dapat nguri-uri (melestarikan) budaya yang diwariskan kepadanya," imbuhnya.

Festival Ketoprak Kulonprogo tahun ini diikuti seluruh 12 kapanewon di Kabupaten Kulonprogo. Ajang ini menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk terus menjaga eksistensi ketoprak sebagai warisan budaya yang tetap hidup di tengah masyarakat.

Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks