DI YOGYAKARTA — Sub-Departemen Irigasi, Departemen Pertanian dan Lingkungan Provinsi Tuyen Quang mencatat curah hujan ekstrem antara 50 hingga 100 milimeter pada malam 28 Juni hingga dini hari 29 Juni. Beberapa titik bahkan mencatat curah hujan di atas 150 milimeter, seperti di Xuan Lap yang mencapai 217,4 milimeter dan Tan Lap 2 sebesar 169,2 milimeter. Intensitas tinggi inilah yang memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di kawasan tersebut.
Dampak Langsung: Rumah Rusak dan Evakuasi Warga
Berdasarkan laporan awal dari komite rakyat setempat, banjir bandang dan longsor telah merusak 23 rumah. Sebanyak 13 rumah terdampak langsung oleh tanah longsor, sementara tujuh rumah di Desa Lung Rieng, Kecamatan Lam Binh, berada di zona berisiko tinggi sehingga penghuninya harus direlokasi secara darurat. Dua rumah lainnya di Desa Sa Chai, Komune Xi Man, mengalami kerusakan kurang dari 30 persen.
Di Kecamatan Lam Binh, situasi paling parah terjadi di Dusun Lung Gieng. Per pukul 08.00 pagi waktu setempat, 23 rumah tangga terdampak, dengan 16 di antaranya mengalami kerusakan properti signifikan akibat terjangan banjir. Tujuh rumah tangga terpaksa dievakuasi. Bencana ini juga menghanyutkan atau mengubur 40 hektar sawah yang baru ditanam serta ratusan unggas dan ternak besar milik petani.
Akses Jalan Lumpuh, Ratusan Meter Kubik Material Longsor
Selain kerusakan permukiman, bencana ini melumpuhkan akses transportasi di sejumlah titik. Total terjadi 18 titik tanah longsor yang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Di Komune Tat Nga, misalnya, terdapat lima lokasi longsor dengan volume total tanah dan batuan mencapai sekitar 350 meter kubik. Satu ruas jalan sepanjang 20 meter menuju kelompok rumah tangga Dong A bahkan longsor di sepanjang tepi sungai, meningkatkan risiko longsor susulan.
Di Komune Hoang Su Phi, longsor terjadi di empat titik pada dua ruas jalan, yakni jalur dari Desa Coc Sooc ke Desa Na Sai dan dari Desa Dong Loi ke Desa Suoi Thau 1. Total material longsor di sana melebihi 110 meter kubik, merusak badan jalan dan permukaan beton sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Sementara itu, di Komune Yen Minh, longsor di tiga lokasi jalan antar-desa menghasilkan material mencapai sekitar 130 meter kubik.
Respons Tanggap Darurat dan Imbauan Warga
Begitu longsor terjadi, otoritas setempat segera mengerahkan personel gabungan dari kepolisian, militer, pasukan milisi, dan unit manajemen lalu lintas. Langkah awal yang dilakukan adalah menerapkan pengalihan arus lalu lintas, memasang rambu peringatan di titik-titik rawan, serta mengerahkan alat berat untuk membersihkan puing-puing dan membuka kembali akses jalan.
Di Komune pegunungan Lung Cu, longsoran material dari tanggul menutupi permukaan jalan dari pusat komune menuju Desa Seo Lung, menghambat total akses kendaraan. Hal serupa terjadi di jalan menuju Komune Son Vi dan Dong Van, di mana tanah yang jenuh air membuat risiko longsor susulan masih tinggi. Pemerintah setempat mengimbau warga dan pengendara untuk membatasi perjalanan serta waspada terhadap titik-titik rawan longsor di sepanjang rute tersebut.