YOGYAKARTA — Dua puluh lima bibit pohon produktif kini tumbuh di area Balai Yasa Yogyakarta, Pengok. Aneka jenis tanaman buah itu ditanam langsung oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin bersama jajaran pimpinan unit kerja dan peserta Porsenika 2026.
“Transformasi KAI diarahkan pada keseimbangan 3P (profit, people, dan planet). Perusahaan harus mampu menjaga kinerja, memberi manfaat bagi masyarakat, dan berperan aktif dalam merawat bumi,” kata Bobby usai kegiatan penanaman, Senin.
Pohon yang ditanam memiliki tinggi rata-rata 2,5 hingga tiga meter. Komposisinya terdiri dari sepuluh pohon mangga, dua pohon mundu, lima pohon duku, lima pohon nangka, dan tiga pohon sawo beludru. Jarak tanam dan lokasi diatur agar setiap pohon bisa tumbuh optimal serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Manfaat Ganda: Olahraga dan Lingkungan Berpadu
Penanaman pohon ini menjadi bagian dari Porsenika 2026 yang diikuti 1.632 peserta dari 17 kontingen KAI Group. Bobby menyebut, kegiatan ini memadukan semangat kompetisi sehat dengan kepedulian lingkungan.
“Keterlibatan para pimpinan unit kerja dan kontingen diharapkan memperkuat kebiasaan baik di lingkungan kerja masing-masing,” ujarnya.
Balai Yasa Yogyakarta sendiri merupakan salah satu pusat perawatan berat lokomotif KAI. Fasilitas ini menjalankan perawatan, perbaikan, dan peningkatan keandalan lokomotif agar sarana tetap siap mendukung keselamatan serta kelancaran perjalanan kereta api.
Rekam Jejak Penghijauan KAI: Hampir 100 Ribu Pohon Sejak 2022
Sepanjang tahun 2026, KAI telah menanam 4.540 pohon di berbagai wilayah kerja. Upaya ini merupakan bagian dari strategi memperluas pemanfaatan energi terbarukan serta mengurangi limbah melalui digitalisasi dan ekonomi sirkular.
Secara kumulatif, sejak 2022 hingga 13 Juli 2026, jumlah pohon yang ditanam mencapai 99.785 batang. Rinciannya, 64.157 pohon pada 2022, 17.123 pohon pada 2023, 6.716 pohon pada 2024, 7.249 pohon pada 2025, dan 4.540 pohon sepanjang 2026.
“Penanaman dilakukan di berbagai wilayah kerja KAI dengan memperhatikan kesesuaian jenis pohon dan kondisi lingkungan setempat,” kata Bobby.