SLEMAN — Bulog Kanwil Yogyakarta menerapkan kebijakan fleksibel dalam menyerap gabah petani di tengah musim panen. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi menyatakan, pihaknya membeli gabah kering panen dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk berbagai kualitas, selama gabah tersebut telah memenuhi umur panen.
Proses Pengolahan Gabah Menjadi Beras Standar Pemerintah
Gabah yang diserap Bulog tidak langsung masuk ke gudang. Dedi menjelaskan, gabah tersebut terlebih dahulu dikeringkan menggunakan mesin pengering maupun lantai jemur sebelum digiling menjadi beras.
"Gabah tersebut kemudian kami olah bersama mitra hingga menjadi beras sesuai standar yang ditetapkan pemerintah," kata Dedi di Gudang Bulog Purwomartani, Kabupaten Sleman, Senin.
Beras hasil pengolahan wajib memenuhi spesifikasi kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Standar yang ditetapkan meliputi kadar patahan (broken) maksimal 25 persen, kadar air 14 persen, dan kadar menir maksimal dua persen.
Strategi Percepatan Serapan: Tim Jemput Pangan hingga Sinergi TNI-Polri
Untuk mempercepat penyerapan, Bulog Kanwil Yogyakarta membentuk Tim Jemput Pangan yang turun langsung ke sentra produksi. Tim ini membeli gabah hasil panen petani di lokasi, bekerja sama dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), TNI, Polri, serta Mitra Pangan Pengadaan (MPP).
"Selain produksinya bagus, kami juga didukung pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, Mitra Pangan Pengadaan (MPP) serta penyuluh pertanian sehingga informasi panen cepat kami terima dan penyerapan bisa segera dilakukan," ujar Dedi.
Stok Beras 246 Ribu Ton Diprediksi Aman hingga Panen 2027
Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi pengadaan Bulog Kanwil Yogyakarta telah mencapai 198 ribu ton setara beras. Capaian ini melampaui target tahun ini sebesar 195 ribu ton untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta serta eks Karesidenan Kedu dan Banyumas di Jawa Tengah.
Dedi mengungkapkan, saat ini Bulog Kanwil Yogyakarta menguasai stok sekitar 246 ribu ton beras. Stok tersebut tersebar di 17 kompleks pergudangan, 60 unit gudang, dan 117 gudang sewa dengan kapasitas total sekitar 311 ribu ton.
"Insyaallah stok yang kami kuasai saat ini sebanyak 246 ribu ton bisa mencukupi hingga periode panen berikutnya pada 2027," katanya.