Pencarian

Sleman Lolos Seleksi Nasional UCCN 2027 Bidang Film, Ekosistem Perfilman Siap Tembus Pasar Global

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:54:31 WIB
Sleman Lolos Seleksi Nasional UCCN 2027 Bidang Film, Ekosistem Perfilman Siap Tembus Pasar Global
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan pernyataan dalam jumpa pers pengusulan Sleman sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 bidang Film di Ruang Sembada, Jumat (21/8/2026).

SLEMAN — Kabupaten Sleman resmi melaju ke tahap berikutnya dalam pengusulan nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 bidang Film. Kepastian ini diumumkan dalam jumpa pers bertajuk "Sleman Menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UCCN) 2027 Bidang Film" di Ruang Sembada, Jumat (21/8/2026).

Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa pengembangan film tidak akan berhenti pada sekadar produksi karya. Film, animasi, dan video diarahkan menjadi instrumen strategis pembangunan ekonomi daerah, mencakup pendidikan, pariwisata, kebudayaan, hingga penciptaan lapangan kerja.

"Menuju UCCN bukan sekadar mengejar predikat, tetapi bagaimana ekosistem film yang kita bangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Sleman," kata Harda.

Modal Besar: dari Studio Alam hingga JAFF Market

Sekretaris Daerah Sleman Abu Bakar membeberkan sejumlah modal kuat yang dimiliki daerahnya. Mulai dari komunitas film yang aktif, studio animasi dan film, dukungan perguruan tinggi, SMK, lembaga pelatihan, hingga lokasi produksi dan bioskop lokal yang tersebar di wilayah Sleman.

Pengalaman Sleman menjadi lokasi syuting film internasional seperti Beyond Skyline serta menjadi tuan rumah JAFF dan JAFF Market menjadi bukti kapasitas daerah ini dalam industri kreatif. Sejak 2023, Sleman juga telah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia subsektor Film, Animasi, dan Video.

Dana Rp 13,5 Miliar untuk Menyiapkan Talenta Muda

Pemerintah Kabupaten Sleman tidak main-main dalam menyiapkan sumber daya manusia. Melalui Program Sleman Pintar periode 2022-2025, pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 13,5 miliar untuk pendidikan film, animasi, dan video.

Hampir 500 lulusan SLTA telah terlibat dalam program ini. Infrastruktur pendukung seperti Studio Alam Gamplong, Sleman Creative Space yang akan dikembangkan menjadi Sleman Creative Park, serta Taman Budaya Sleman juga disiapkan sebagai ruang kreatif bagi komunitas dan pelaku industri.

Mengapa Sleman Layak Masuk Jejaring Kota Kreatif UNESCO?

Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Prof. Dr. Mohammad Suyanto, M.M. menilai Sleman memiliki ekosistem yang hampir lengkap. Pertemuan antara pendidikan, industri, komunitas, teknologi kreatif, dan sumber daya manusia menjadi kekuatan utama yang tidak dimiliki banyak daerah lain.

"Keberadaan perguruan tinggi serta ekosistem animasi dan film menjadi salah satu kekuatan untuk melahirkan talenta dan karya yang dapat bersaing di tingkat global," ujar Suyanto.

Menurutnya, Sleman tidak hanya berpotensi menjadi lokasi produksi, tetapi juga daerah yang mampu melahirkan karya dan talenta perfilman untuk pasar internasional.

Target Akhir: Bukan Sekadar Gelar

Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan pengembangan industri film memberikan dampak berkelanjutan melalui investasi, lapangan kerja, pariwisata, ekonomi kreatif, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Dengan lolosnya seleksi nasional tahap II, Sleman kini berpeluang melanjutkan langkah menuju jejaring kota kreatif UNESCO. Target akhirnya bukan sekadar memperoleh predikat Kota Film UNESCO, melainkan membangun Sleman sebagai daerah yang ramah produksi, mampu melahirkan karya berkelas dunia, serta memiliki ekosistem perfilman yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Pemkab Sleman juga tengah mendorong pembentukan Komisi Film Daerah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, komunitas, akademisi, masyarakat, dan media. Langkah ini diharapkan menciptakan iklim produksi film yang kondusif dan berdaya saing global.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radiostar.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks