BANTUL — Kabar duka datang dari panggung seni tradisional di Bantul. Sarjiyono alias Mbetut (62), seorang pemain ketoprak, mengembuskan napas terakhirnya saat tengah melakonkan adegan gandrung di sebuah pentas seni di kawasan Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Selasa (18/8) dini hari.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Mbetut saat itu tampil dalam pentas ketoprak yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.
Jatuh Tertelungkup Saat Adegan Memadu Kasih
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, Mbetut awalnya tampil normal dan menjalani perannya seperti biasa. Insiden bermula ketika almarhum memasuki adegan gandrung, yaitu adegan memadu kasih dengan memeluk lawan mainnya.
"Ketika sedang berakting gandrung memeluk lawan main, korban tiba-tiba jatuh tertelungkup di atas panggung," ujar Rita saat dimintai konfirmasi awak media.
Momen ambruknya Mbetut sempat dianggap bagian dari pertunjukan. Lawan main dan tim gamelan yang berada di atas panggung mengira almarhum sedang mendalami perannya. Namun, setelah beberapa saat, Mbetut tak kunjung bangun.
"Lawan mainnya sempat mengira korban sedang berakting. Tapi saat dibangunkan, ternyata korban tidak memberikan respons dan sudah tidak sadarkan diri," katanya.
Dugaan Serangan Jantung dan Riwayat Penyakit
Melihat kondisi tersebut, sejumlah orang bergegas membawa Mbetut ke PKU Muhammadiyah Gamping. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Pihak kepolisian menduga almarhum wafat akibat serangan jantung. Dugaan itu diperkuat dengan keterangan keluarga yang menyebut Mbetut memiliki riwayat penyakit jantung.
"Dari keterangan keluarga, korban juga memiliki riwayat jantung," ungkap Rita.
Jenazah Diserahkan ke Keluarga untuk Dimakamkan
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah Sarjiyono langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga disebut telah menerima kejadian ini dengan ikhlas.
"Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Ngrame, Tamantirto, Kasihan," tutup Rita.
Kabar ini juga ramai dibagikan di media sosial. Akun Instagram @bantmantul mengunggah momen detik-detik ambruknya Mbetut di atas panggung, disertai ucapan belasungkawa untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.