DI YOGYAKARTA — Bencana banjir bandang yang melanda Nepal pekan ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menjebak para pelancong di sejumlah destinasi populer. Nepal Tourism Board melaporkan ratusan wisatawan masih belum dapat dihubungi, termasuk 517 warga negara asing dari berbagai negara. Kerusakan parah terjadi di kawasan Rasuwa dan wilayah di sepanjang Sungai Bhote Koshi dan Trishuli, yang merupakan jalur utama menuju perbatasan Tibet.
Dampaknya langsung terasa pada sektor transportasi. Jalan, jembatan, dan jaringan transportasi lain dilaporkan rusak signifikan, sehingga mengganggu mobilitas dan berpotensi membatalkan layanan perjalanan. Situasi ini memicu sejumlah pemerintah untuk mengeluarkan peringatan resmi bagi warganya yang sedang berada di Nepal.
Negara Mana Saja yang Menerbitkan Imbauan Perjalanan?
Pemerintah Australia melalui situs Smartraveller memperbarui informasi perjalanan dengan imbauan "berhati-hati secara maksimal". Warga Australia diminta menghindari area yang dilanda banjir, memantau media lokal, dan mengikuti instruksi pihak berwenang. Kekhawatiran meningkat setelah The Nightly melaporkan 34 warga Australia termasuk dalam ratusan orang yang masih belum ditemukan.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga mengeluarkan peringatan serupa. Nepal saat ini berada pada Level 2 atau "Tingkatkan Kewaspadaan" dalam rekomendasi perjalanan AS. Pemerintah AS mengingatkan potensi bencana alam, termasuk banjir dan longsor, yang meningkat selama musim monsun pada Juni hingga September.
Negara-negara Eropa bergerak bersama. Finlandia, Prancis, Inggris, Norwegia, dan Swiss, bersama Delegasi Uni Eropa di Nepal, mengeluarkan imbauan keselamatan bagi wisatawan di wilayah terdampak. Prancis juga mengingatkan potensi gangguan jaringan telepon dan internet selama beberapa hari ke depan.
Wilayah yang Harus Dihindari Wisatawan
Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) menerbitkan Travel Notice: Flash Flood in Nepal-China Border dan secara spesifik meminta warganya menghindari wilayah terdampak. Kawasan yang masuk daftar imbauan meliputi Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Gorkha, dan Chitwan.
Wisatawan diminta menjauhi sungai, tepian sungai, jembatan, serta kawasan rendah karena banjir berpotensi mengganggu akses jalan, transportasi, dan komunikasi. Sementara itu, Belanda mengambil langkah lebih tegas dengan meminta warganya di area terdampak segera menuju tempat lebih tinggi dan menjauhi lereng yang tidak stabil atau bangunan rusak.
Kesiapsiagaan India dan Dampak pada Penerbangan
India turut meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah perbatasan dengan Nepal. Pemerintah India menyediakan informasi dan jalur bantuan bagi warga negaranya yang terdampak melalui Kedutaan Besar. Sejumlah maskapai India bahkan membatalkan penerbangan menuju Kathmandu akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Bagi wisatawan yang sedang atau akan bepergian ke Nepal, penting untuk terus memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi. Informasi terkini dari Kedutaan Besar masing-masing negara dan Nepal Tourism Board menjadi rujukan utama sebelum merencanakan perjalanan lanjutan.