Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto memastikan alokasi anggaran penanganan stunting untuk 45 kelurahan di Kota Yogyakarta naik pada 2027, setelah sebelumnya sebesar Rp 120 juta per kelurahan di 2026. Kenaikan ini menyasar penyediaan makanan bergizi bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita di daerahnya.
YOGYAKARTA — Komisi A DPRD DIY berkomitmen menaikkan anggaran penanganan stunting di 45 kelurahan se-Kota Yogyakarta untuk tahun 2027. Nilai yang diperjuangkan dipastikan melebihi alokasi dua tahun sebelumnya.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menyebut kenaikan ini merupakan kelanjutan dari realisasi anggaran Rp 100 juta pada 2025 dan Rp 120 juta pada 2026. Pernyataan itu disampaikan di sela-sela Festival Mustika Rasa 2026 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Minggu (30/8).
"Anggaran penanganan stunting bagi 45 kelurahan di Kota Yogyakarta kita pastikan naik, lebih dari 120 juta, namun angka pastinya berapa, mohon doa dan dukungan masyarakat, sedang kita perjuangkan," ujar Eko yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.
Anggaran Untuk Pemenuhan Gizi dari Calon Pengantin Hingga Balita
Eko menjelaskan kecukupan anggaran menjadi kunci untuk menjamin ketersediaan makanan sehat dan bergizi secara berkelanjutan. Sasaran program mencakup kelompok rentan mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu baru melahirkan, ibu menyusui, hingga balita.
"Kita dorong Pemda jamin pangan yang enak sehat dan murah bagi masyarakat. Salah satu yang terus kita perjuangkan adalah anggaran untuk atasi stunting dengan dukungan makanan yang sehat," kata Eko.
Dukungan Pangan Lokal Ala Buku Mustika Rasa
Perjuangan anggaran ini digaungkan bersamaan dengan Festival Mustika Rasa yang mengangkat resep warisan Bung Karno. Eko meyakini pengolahan pangan lokal yang terjangkau bisa menjadi solusi pemenuhan gizi keluarga tanpa membebani ekonomi warga.
Ia mencontohkan menu yang ada di Buku Mustika Rasa dinilai relevan untuk dijalankan secara serius. "Dengan menu sebagaimana di Buku Mustika Rasa kita jalankan serius, saya yakin stunting akan dapat diatasi, tentu didukung dengan lingkungan yang baik," tegasnya.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan festival ini menjadi wujud nyata konsistensi partai dalam mendorong kemandirian pangan. Menurutnya, kekayaan bahan makanan dan bumbu Indonesia perlu dihadirkan dengan inovasi rasa dan kemasan yang lebih menarik.
Ribuan Warga Manfaatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Di lokasi yang sama, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo melaporkan antusiasme warga terhadap layanan kesehatan gratis cukup tinggi. Tercatat lebih dari 500 orang menjalani pemeriksaan tekanan darah selama festival berlangsung.
"Semua yang periksa kesehatan gratis kita layani. Kalau tekanan tinggi kita sediakan obatnya, alhamdulillah yang periksa 500 orang lebih," kata Hasto Wardoyo.
Festival yang memadati Alun-Alun Selatan Yogyakarta ini turut menghadirkan 100 stan UMKM. Mereka menyajikan hidangan tradisional khas DIY dan Jawa Tengah, kuliner langka Nusantara, produk fesyen, serta kerajinan lokal sebagai bukti kekayaan kuliner tradisional Indonesia.