DI YOGYAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan kesiapan armada itu kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas secara daring, Senin (7/9/2026). "Mohon izin kami (Polri) sebenarnya sudah menempatkan 12 kapal untuk diperbantukan mengangkut logistik yang ada di NTT, Pak," kata Sigit.
Komposisi Armada dan Sebaran Lokasi Penempatan
Kapal yang dikerahkan memiliki spesifikasi berbeda sesuai kebutuhan medan. Rinciannya: satu kapal kelas A3, satu kapal kelas B1, tiga kapal kelas C1, dan tujuh kapal kelas C2.
"Ini kami tempatkan ada di Labuan Bajo, di Larantuka, Kupang, ada yang di Sikka," ujar Sigit.
Fungsi Ganda: Angkut Logistik dan Evakuasi Warga
Armada ini tidak hanya mengangkut pasokan bantuan. Sigit menegaskan kapal-kapal tersebut juga dapat dipakai mengevakuasi warga jika situasi di lapangan membutuhkan.
Langkah ini diambil di tengah tantangan distribusi bantuan pascagempa. Rusaknya akses darat kerap menghambat pasokan, sehingga jalur laut menjadi alternatif utama menjangkau wilayah terdampak yang tersebar di sejumlah pulau.
Respons Presiden dan Arahan Tindak Lanjut
Presiden Prabowo merespons positif laporan tersebut. "Bagus," ujarnya menanggapi kesiapan Polri dalam rapat yang sama.
Dalam ratas itu, Kepala Negara juga menerima laporan penegakan hukum terkait karhutla. Kapolri menyebut delapan korporasi tengah diusut dan 138 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Polri sebelumnya menginstruksikan jajarannya melarang pembukaan lahan dengan cara dibakar. Larangan ini menyusul fenomena El Nino yang berkepanjangan.