Pencarian

Anak Ikut Makan Bergizi Gratis? Dapur Kini Diawasi 2 Shift

Kamis, 03 September 2026 • 11:43:02 WIB
Anak Ikut Makan Bergizi Gratis? Dapur Kini Diawasi 2 Shift
Kepala dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjalani dua shift kerja untuk mengawasi langsung proses penyiapan makanan anak.

DI YOGYAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengubah jam kerja Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang akrab disebut kepala dapur. Mereka kini wajib hadir memantau langsung proses penyiapan makanan bergizi untuk anak-anak Indonesia di dua sesi berbeda.

Kenapa Jam Kerjanya Sampai Dini Hari?

Sesi pertama dimulai pukul 17.00-19.00 WIB. Di jam ini, kepala dapur bertugas mengecek kesiapan bahan baku dan sarana produksi untuk keesokan harinya. Pastikan semua bahan masih segar dan alat masak siap pakai.

Sesi kedua justru berlangsung lebih awal, yaitu pukul 02.00-08.00 WIB. Pada rentang waktu ini, proses pengolahan, pemorsian, hingga pengepakan makanan sedang berjalan. Kehadiran kepala dapur di jam-jam tersebut menjadi penentu utama kualitas makanan yang akan didistribusikan.

Apa Dampaknya bagi Kualitas Makanan Anak?

"Jam ASN PPPK Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) atau kepala dapur adalah jam operasional dapur," tegas Kepala BGN Sudaryono melalui Instagram resmi BGN, Selasa. Dengan pengawasan langsung pada waktu krusial, standar keamanan, kebersihan, hingga nilai gizi makanan bisa lebih terjamin.

Hal ini juga memastikan makanan tiba tepat waktu di sekolah-sekolah. Anak-anak pun menerima makanan hangat yang baru selesai dimasak, bukan makanan yang sudah lama didiamkan. Bagi ibu yang anaknya menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), ini kabar baik karena kualitas makanan lebih terpantau.

Soal Uang Rakyat, BGN Perketat Pengawasan

Bukan hanya urusan rasa dan gizi, pengelolaan keuangan juga tengah dibenahi BGN. Para akuntan SPPG kini mendapat pelatihan khusus untuk menyempurnakan laporan pertanggungjawaban keuangan. Langkah ini diambil agar penggunaan dana program MBG bisa diaudit dengan jelas.

"Uang yang Anda kelola, masak, dan bagikan dalam bentuk makanan kepada penerima manfaat adalah uang rakyat. Bersumber dari rakyat dan pertanggungjawabannya harus jelas," tegas Sudaryono. Ia memperingatkan bahwa kelalaian dalam membuat laporan keuangan bisa berujung pada kerugian negara.

Dengan sistem pengawasan berlapis seperti ini, mulai dari jam kerja kepala dapur yang ketat hingga pelatihan akuntan, diharapkan program MBG berjalan lebih transparan dan akuntabel. Pada akhirnya, yang diuntungkan adalah anak-anak Indonesia yang berhak mendapatkan asupan bergizi setiap harinya. Ibu di rumah pun bisa sedikit lebih tenang karena ada standar ketat yang menjaga makanan si kecil.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks