Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berada pada Level III atau Siaga. Hal ini menyusul berakhirnya episode erupsi menerus yang berlangsung selama 25 jam, meski sempat terjadi satu kali erupsi susulan bertipe Strombolian pada Minggu (6/9) dini hari.
JAKARTA — Kepala PVMBG Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati menyatakan, meskipun episode erupsi menerus telah berhenti, potensi letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi. Imbauan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah pun masih berlaku.
Rekaman Instrumen: 25 Jam Erupsi Menerus dan Satu Letusan Susulan
Berdasarkan rekaman instrumental, episode gempa erupsi menerus mulai terekam sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB dan resmi berhenti pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB. Setelah periode tersebut berakhir, PVMBG mencatat satu kali erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik.
“Erupsi tersebut untuk sementara diinterpretasikan sebagai penanda akhir dari episode erupsi menerus yang sebelumnya berlangsung,” ujar Siti dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.
Visual Gunung dan Energi Vulkanik Mulai Menurun
Secara visual, kondisi Gunung Anak Krakatau terpantau jelas selama periode pengamatan 5-6 September meskipun sesekali tertutup kabut. Rekaman CCTV memperlihatkan kolom erupsi berwarna merah mendominasi pada malam hari, sementara kepulan asap berwarna kehitaman tampak membumbung saat siang hari.
Dari sisi pemantauan instrumental, energi aktivitas vulkanik yang diukur melalui rerata amplitudo RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) sempat mengalami peningkatan pada 5 September, namun menunjukkan tren penurunan pada 6 September.
Data Tiltmeter Stasiun Tanjung masih menunjukkan kecenderungan inflasi sejak awal Agustus 2026, sedangkan Stasiun Lava93 mencatat pola yang relatif mendatar atau konstan.
Potensi Bahaya dan Rekomendasi PVMBG untuk Warga Pesisir
Meski energi vulkanik mulai melemah, Siti menegaskan dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih aktif. Potensi bahaya yang diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.
PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati pusat aktivitas gunung dalam radius tiga kilometer. Masyarakat di pesisir Pantai Banten dan Lampung diminta tetap tenang serta tidak mempercayai informasi hoaks terkait potensi tsunami akibat erupsi.
“Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus kami evaluasi secara berkala. Selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan, status Level III Siaga dan seluruh rekomendasinya tetap berlaku,” pungkas Siti.
Masyarakat dan instansi terkait dapat memantau informasi terkini melalui saluran resmi PVMBG Badan Geologi atau aplikasi Magma Indonesia.