Pencarian

258 Pasangan di Kulonprogo Pilih Nikah di KUA Sepanjang 2026, Ini Alasan di Baliknya

Minggu, 27 September 2026 • 08:46:32 WIB
258 Pasangan di Kulonprogo Pilih Nikah di KUA Sepanjang 2026, Ini Alasan di Baliknya
Kepala Kemenag Kulonprogo menyebut 258 pasangan memilih menikah di KUA sepanjang 2026.

KULONPROGO — Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo Wahib Jamil menyebut angka tersebut belum dominan, tetapi menunjukkan ada pasangan yang mulai memanfaatkan fasilitas nikah gratis di KUA. Ia memaparkan data dua tahun sebelumnya sebagai pembanding.

"Nikah di KUA angkanya memang tidak dominan, pada tahun 2025 dari 2.012 pernikahan yang tercatat di Kulonprogo sebanyak 414 pasangan memilih menikah di KUA. Mundur pada 2024 tercatat ada 2.249 pernikahan yang sebanyak 484 pasangan menikah di KUA," kata Wahib saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2026).

Bukan Semata karena Faktor Ekonomi

Wahib menegaskan keputusan menikah di KUA tidak bisa dikaitkan hanya dengan kondisi ekonomi pasangan. Setiap pasangan punya pertimbangan sendiri yang dipengaruhi kebutuhan dan situasi masing-masing.

Salah satu faktor yang ia soroti adalah jarak waktu antara akad nikah dan resepsi. Sebagian pasangan memilih menyelesaikan akad lebih dulu di KUA, lalu menggelar resepsi beberapa bulan kemudian saat keluarga sudah siap.

"Ada juga masyarakat Kulonprogo yang memilih nikah di KUA karena harus segera melaksanakan tugas luar kota. Jadi tidak hanya pada aspek pembiayaan," ucap Wahib.

Biaya Rp600.000 untuk Akad di Luar KUA Bisa Dialihkan

Sesuai ketentuan, layanan pernikahan di KUA pada hari dan jam kerja dikenakan tarif Rp0 atau gratis. Sementara pernikahan di luar kantor KUA atau di luar jam kerja dikenakan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp600.000.

Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kemenag Kulonprogo Latif Fuad Nurul Huda menyebut tarif gratis itu menjadi salah satu pertimbangan pasangan. Biaya Rp600.000 yang seharusnya dikeluarkan untuk akad di luar KUA bisa dialihkan ke kebutuhan lain dalam rangkaian pernikahan.

Pasangan Mampu Juga Mulai Melirik KUA

Latif menemukan hal menarik di lapangan. Pilihan menikah di KUA tidak hanya diminati pasangan dari kalangan ekonomi kurang mampu.

"Kalau dilihat dari pelaksanaan di lapangan, ternyata bukan hanya masyarakat kurang mampu saja. Justru banyak prosesi pernikahan di KUA yang rombongannya sangat ramai, datang menggunakan bus-bus rombongan hingga konvoi mobil pribadi," jelasnya.

Menurut Latif, pergeseran pilihan itu antara lain didorong pertimbangan kepraktisan. Pasangan dan keluarga masa kini mulai menghitung kerepotan yang muncul ketika harus menggelar hajatan besar di rumah.

Akad dan Resepsi Bisa Digelar Terpisah

Pelaksanaan hajatan besar membutuhkan energi serta keterlibatan banyak orang. Karena itu, sebagian pasangan memilih proses akad yang lebih sederhana di KUA.

"Prosesnya sangat simpel. Datang ke KUA, pelaksanaan akad nikah selesai, lalu kembali ke rumah. Di rumah tinggal mengadakan syukuran atau syukuran kecil-kecilan bersama keluarga terdekat saja, baik sebelum atau sesudah akad," tambahnya.

Pola akad dan resepsi terpisah memberi keleluasaan bagi pasangan dan keluarga mengatur pelaksanaan perayaan adat tanpa harus menyesuaikannya secara ketat dengan jadwal akad. Sebagian pasangan memilih akad lebih dulu di KUA dengan suasana lebih fokus, lalu menggelar resepsi ketika waktu dan persiapan sudah memungkinkan.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks