Pencarian

Gekrafs Lantik Pengurus DPW dan Kampus DIY, Bidik Kolaborasi Ekraf hingga November

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 21:40:01 WIB
Gekrafs Lantik Pengurus DPW dan Kampus DIY, Bidik Kolaborasi Ekraf hingga November
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menghadiri pelantikan pengurus DPW dan Kampus Gekrafs DIY di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta.

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) melantik pengurus DPW dan Kampus DIY di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, untuk memperkuat kolaborasi pelaku ekraf, pemerintah, dan generasi muda. Pelantikan itu diikuti sejumlah program kolaborasi, termasuk menjadi mitra strategis Jogja Cultural Festival yang rangkaiannya berlangsung hingga November.

YOGYAKARTA — Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan meminta Gekrafs tidak sekadar menjalankan kegiatan seremonial. Ia ingin organisasi itu benar-benar memberi manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif di wilayahnya.

Menurut Wawan, kolaborasi perlu dibangun bersama pemerintah daerah dan organisasi terkait. Tujuannya menghadirkan program berkelanjutan yang menjawab kebutuhan pelaku ekraf, sekaligus memperluas jaringan, akses pasar, serta peluang usaha dan investasi.

Dorong Konsolidasi Lintas Daerah di DIY

Wawan juga mendorong konsolidasi dengan pemerintah daerah di wilayah DIY. Potensi ekonomi kreatif yang sudah berkembang di Yogyakarta, seperti festival seni, film, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya, dinilai perlu terus diperkuat.

"Saya tidak ingin Gekrafs hanya hadir sebagai sebuah organisasi yang memiliki struktur kepengurusan dan menjalankan hanya kegiatan seremonial. Tetapi saya juga ingin Gekrafs benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi para pelaku ekonomi kreatif," katanya.

Jogja Cultural Festival hingga Meet the Investor

Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian menyebut pihaknya dalam waktu dekat menjalankan sejumlah program kolaborasi di Yogyakarta. Salah satunya menjadi mitra strategis Jogja Cultural Festival yang rangkaiannya berlangsung hingga November.

"Untuk terdekat di bulan Oktober kita bisa berbicara bahwa kita sudah memiliki program-program kolaborasi, baik dengan beberapa organisasi atau asosiasi lain," katanya.

Gekrafs juga akan berkolaborasi dalam kegiatan Meet the Investor pada 21–22 Oktober sebagai bagian dari rangkaian GIVE UGM. Kegiatannya mencakup Collaboration Class dan talkshow yang membahas ekonomi kreatif.

Permodalan dan Branding Jadi Kendala UMKM

Kawendra menyebut tantangan pelaku ekonomi kreatif di DIY adalah mengubah banyaknya ide menjadi produk yang bisa direalisasikan. Kendala yang masih muncul soal permodalan, branding, dan eksekusi.

"Memang masih banyak dari teman-teman UMKM di sini yang lebih fokus mungkin dengan idenya mereka sudah sangat banyak, kemudian idenya juga mereka beragam, tapi dalam eksekusinya masalah permodalan, kemudian juga masalah mungkin bahkan di branding dan lainnya mereka belum belum fokus ke arah sana," katanya.

Gekrafs berperan sebagai wadah yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif. Lewat wadah itu, kolaborasi dengan pemerintah diharapkan berjalan dalam berbagai program, termasuk fasilitasi sertifikasi dan kebutuhan lainnya.

Gekrafs Kampus Bidik Pendataan Mahasiswa Berusaha

Ketua DPW Gekrafs DIY Sarah Azzahra menilai Yogyakarta punya potensi budaya, aktivitas, dan talenta yang bisa menjadi kekuatan pengembangan ekonomi kreatif.

"Gekrafs DIY mengajak masyarakat untuk menikmati pariwisata, mendorong pelaku kreatif untuk unggul berbisnis, dan membuka ruang ekspresi seni serta event kreatif di Yogyakarta," kata Sarah.

Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah. Karya ekonomi kreatif dari DIY juga didorong menjangkau pasar nasional hingga global.

Sementara itu, Ketua Gekrafs Kampus Nasional Hijaz Mahesa menyebut pembentukan Gekrafs Kampus di berbagai wilayah menjadi salah satu fokus pada 2026. Langkah itu untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap potensi ekonomi kreatif.

"Kami sekarang dari Gekrafs Kampus Nasional lebih menargetkan bahwa kita ingin membuat Gekrafs Kampus yang di banyak dulu, di titik-titik yang banyak agar kita sebagai anak muda, bagian anak mudanya Gekrafs, itu menyadarkan bahwa ekonomi kreatif ini harus dimulai dari anak-anak," katanya.

Gekrafs Kampus juga akan melakukan pendataan mahasiswa yang memiliki usaha untuk kemudian dikembangkan melalui kolaborasi wilayah. Di lingkungan perguruan tinggi, Gekrafs Kampus berdiri sendiri tetapi tetap melibatkan pihak kampus dalam kegiatan seperti diskusi dengan dekanat dan rektorat.

"Memang kalau saya, sejauh saya selama saya di Gekrafs Kampus ini sekitar tiga tahun hampir empat tahun, saya merasa memang banyak anak muda yang peduli akan ekonomi kreatif, namun masih bingung wadahnya tuh apa. Nah, Gekrafs Kampus hadir untuk menjadi wadah tersebut," katanya.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks