YOGYAKARTA — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelontorkan bantuan 20 unit gerobak kopi roda dua keliling bernama Kopi Darling untuk mendongkrak promosi dan pemasaran kopi lokal. Program ini dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, penyaluran dilakukan secara bertahap. Sepuluh unit pertama dibagikan pada Juli 2025, sisanya menyusul pada Agustus 2025.
Bantuan Ditujukan Tiga Kabupaten, Bantul Tak Masuk
Made menjelaskan, bantuan disalurkan ke Kabupaten Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman. Bantul tidak masuk dalam daftar penerima karena daerah tersebut belum memiliki produk kopi lokal.
"Ini kami rencanakan ada 20 unit, sementara 10 unit akan kami bagikan ke tiga kabupaten, Bantul tidak masuk karena memang belum memiliki produk kopi," katanya di Yogyakarta, Sabtu.
Kopi Darling: Kedai Kopi Berjalan di Atas Sepeda Motor
Kopi Darling dirancang menggunakan sepeda motor yang dilengkapi peralatan penyeduhan kopi. Setiap unit memiliki grinder kopi dan perlengkapan barista sehingga bisa berfungsi seperti kedai kopi berjalan.
"Jadi ada grinder kopinya, pokoknya seperti peralatan yang biasa digunakan barista," ujar Made.
Larangan Keras: Jangan Jual Kopi Saset atau Kopi Instan
Made mengingatkan agar penerima bantuan hanya menggunakan kopi asli daerah, bukan kopi instan atau kopi saset. Ia menegaskan kualitas kopi lokal DIY tidak kalah dengan produk lain.
"Kalau membuat kopi, gunakan produk kopi lokal, bukan kopi instan atau saset, karena kualitas kopi kita tidak kalah enak," katanya.
Target: Branding dan Ekonomi Petani Kopi DIY
Melalui program ini, Pemda DIY berharap produk kopi lokal semakin dikenal masyarakat. Kopi Darling juga diharapkan mampu meningkatkan nilai jual, branding, dan perekonomian daerah penghasil kopi di DIY.
"Harapan kami, produk kopi lokal semakin dikenal masyarakat, nanti kopinya bisa diracik langsung dengan peralatan yang ada di sepeda motor tersebut," ujar Made.