BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan ajang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 yang digelar di Pantai Parangkusumo mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata. Harapan ini disampaikan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah pada Sabtu lalu.
Multiplier Effect dari Ribuan Pengunjung
Bupati Abdul Halim Muslih menekankan bahwa festival layang-layang internasional ini bukan sekadar unjuk kebolehan dan kreativitas. "Kami berharap acara ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, terutama dari sektor pariwisata," kata Abdul dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budi Raharjo.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect) yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dari berbagai lapisan. Pantai Parangkusumo dinilai memiliki potensi besar dan masih menjadi kawasan pantai selatan yang masuk dalam top of mind pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Omzet Pedagang Naik 50 Persen Selama Festival
Dampak ekonomi langsung sudah dirasakan pelaku usaha di kawasan Pantai Parangkusumo. Ratih, pemilik salah satu kios di sana, mengaku jumlah pengunjung selama festival lebih ramai dibanding akhir pekan biasa. "Kalau ada festival seperti ini, dibanding weekend biasa lebih ramai. Omzet bisa naik sampai sekitar 50 persen," kata Ratih.
Data ini menunjukkan bahwa JIKF tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mendorong transaksi ekonomi riil di lapangan. Ketua Panitia JIKF 2026 Anang Sarjiyanto menegaskan bahwa festival dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
32 Klub Lokal dan 17 Negara Siap Berkompetisi
Puncak penyelenggaraan JIKF 2026 akan digelar di Pantai Parangkusumo, Bantul. Sebelumnya, rangkaian kegiatan Road to JIKF sudah dimulai dengan kompetisi daerah di Banaran, Kulon Progo, serta workshop dan edukasi layang-layang, pameran, kunjungan budaya, city tour, promosi destinasi wisata, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Festival tahun ini diikuti 32 klub layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia dan delegasi dari 17 negara. Jumlah peserta yang besar ini diharapkan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara dan domestik ke Bantul.
Dukungan Sultan: Festival Harus Tinggalkan Kesan Baik
Harapan serupa datang dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, Sultan menyebut festival tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. "Kebahagiaan sebuah festival menjadi sempurna ketika meninggalkan kesan baik, menggerakkan ekonomi lokal, dan tetap menjaga kelestarian alam," kata Sultan.
Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan JIKF 2026 tidak diukur dari kemeriahan semata, tetapi dari dampak nyata yang ditinggalkan bagi warga Bantul dan lingkungan sekitarnya. Panitia pun berkomitmen menjaga keseimbangan antara atraksi dan kelestarian alam pesisir.