BANTUL — Ribuan peserta didik baru di Kabupaten Bantul memulai tahun ajaran baru dengan mengikuti MPLS yang tahun ini mengusung paradigma baru. Pemkab Bantul melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai aturan dengan melakukan pemantauan secara daring pada hari pertama.
Apa yang Baru dari MPLS Ramah 2026?
Kepala Disdikpora Bantul Nugroho menjelaskan, pelaksanaan MPLS tahun ini merujuk pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Aturan tersebut menekankan prinsip MPLS Ramah, yang menghormati harkat dan martabat setiap murid.
"MPLS harus bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun aktivitas yang tidak mendidik," kata Nugroho dalam keterangannya di Bantul, Senin.
Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, melainkan momentum pembentukan karakter. "Menumbuhkan rasa aman, nyaman, bahagia, serta membangun karakter disiplin dan semangat belajar sejak hari pertama masuk sekolah," ujarnya.
1.133 Sekolah Bergabung, Mulai TK hingga SMK
Pembukaan MPLS secara hybrid diikuti oleh 501 taman kanak-kanak (TK), 402 sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), dan 144 sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs).
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan 37 sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA) serta 49 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Bantul. Seluruh kepala satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, dan peserta didik diwajibkan mengikuti pembukaan yang disiarkan melalui kanal YouTube dan aplikasi zoom meeting.
Materi Wajib: Tujuh Kebiasaan Anak Hebat hingga Etika Medsos
Nugroho merinci materi utama MPLS tahun ini meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta etika dan sopan santun bermedia sosial. Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta Gerakan Rukun Sesama Teman juga masuk dalam materi pokok.
Sementara itu, materi pilihan yang disediakan mencakup pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) serta pengenalan budaya khas di lingkungan sekolah.
Pesan Bupati: Guru dan Orang Tua Satu Tujuan
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih turut berdialog secara langsung dengan sejumlah siswa dan guru yang mengikuti kegiatan secara daring. Ia berpesan agar peserta didik baru memanfaatkan MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah dan mengikuti arahan guru.
"Kalian akan dididik oleh para guru, ikutilah mereka dengan baik dan perhatikan guru kalian saat mengajar," kata Halim.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat. "Guru dan orang tua sama-sama menginginkan kesuksesan kalian di masa depan. Kalian adalah generasi emas Indonesia," ujarnya.