TEHERAN — Eskalasi militer di Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan besar-besaran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat. Dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi IRIB, IRGC menyebut serangan itu berhasil menghancurkan dua jet tempur dan tiga pesawat AS lainnya di Pangkalan Udara Al Azraq, Yordania.
"Pasukan udara IRGC, untuk membalas kejahatan musuh Amerika tadi malam, telah melaksanakan gelombang ke-20 Operasi Nasr 2 dan melancarkan serangan dengan rudal dan drone terhadap hangar jet tempur dan area parkir Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania. Setidaknya dua pesawat jet tempur dan tiga pesawat AS lainnya hancur lebur," demikian bunyi pernyataan resmi IRGC.
Serangan Juga Bidik Pelabuhan Kuwait dan Pangkalan Bahrain
Tidak hanya pangkalan udara di Yordania, IRGC juga mengklaim telah menyerang dermaga pendukung pengisian bahan bakar Angkatan Laut AS di Pelabuhan Al Ahmadi, Kuwait. Dalam gelombang ke-19 Operasi Nasr 2, drone dan rudal dilaporkan menghantam fasilitas logistik vital tersebut.
Selain itu, titik pengerahan pesawat tempur di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain, juga menjadi sasaran. IRGC menyebut seluruh rangkaian serangan ini sebagai respons langsung terhadap agresi yang dilakukan pasukan AS pada malam sebelumnya.
Akar Serangan: Operasi Balasan sejak 8 Juli
Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sejak 8 Juli lalu. Washington mengeklaim operasi tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Iran merespons dengan serangan balasan ke pangkalan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah. Situasi semakin genting setelah Presiden AS Donald Trump, pada 9 Juli, menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran tak lagi berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer AS atau CENTCOM mengenai klaim serangan yang disampaikan IRGC tersebut. Kawasan Timur Tengah kini berada dalam situasi siaga tinggi menyusul rentetan serangan yang saling balas membalas ini.