SLEMAN — Gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2026-2027 mencapai puncaknya di Stadion Tridadi, Sleman. Dua kategori usia mempertandingkan sekolah dasar dari berbagai wilayah DI Yogyakarta, dengan SD Tarakanita Bumijo I dan SD Muhammadiyah Sapen keluar sebagai juara.
Turnamen ini diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife. Kehadiran juara baru di setiap seri menjadi penanda tersendiri bagi penyelenggara.
SD Tarakanita Bumijo I Kuasai KU 10, Alisya Natalia Bandari Cetak 36 Gol
Di kategori usia 10, SD Tarakanita Bumijo I tampil sebagai champion, disusul SD Muhammadiyah Sapen di posisi runner-up. Dua tim melengkapi babak semifinal, yakni SDN Ungaran 1 dan SDIT Luqman Al Hakim.
Alisya Natalia Bandari dari SD Tarakanita Bumijo I keluar sebagai Top Score dengan 36 gol. Penghargaan Best Player KU 10 jatuh ke Gendhis Annara Putri Bazuni (SD Muhammadiyah Sapen), sementara Best Goalkeeper diraih Putut Widiana (SDN Ungaran 1).
SD Idea Baru menerima predikat Fair Play Team. Alisya mengaku bangga bisa membantu timnya juara untuk pertama kalinya.
"Saya bangga karena hari ini bisa bantu tim menjadi juara untuk pertama kalinya. Terus juga senang bisa mencetak banyak gol. Terima kasih kepada orang tua, pelatih, dan guru saya yang sudah mendukung saya latihan sepakbola," kata Alisya.
Pemain yang mengidolakan Keysya Arabella itu menyebut pencapaian tersebut memacu dirinya berlatih lebih keras. Mimpinya adalah menjadi pemain tim nasional.
SD Muhammadiyah Sapen Juara KU 12, Afita Nur Inderasari Best Player
Di kategori usia 12, SD Muhammadiyah Sapen naik podium tertinggi, diikuti SDN Kalasan 1 sebagai runner-up. SDN Ungaran 1 dan SDN Perumnas Condongcatur melengkapi empat besar.
Top Score KU 12 diraih tiga pemain dengan koleksi 12 gol: Fuanthiffa Husnia Dea Pramita (SDN Glagah), Khayla Labiba Nasjmi (SDN Baturetno), dan Putri Selena Humaira Suryawan (SD Muhammadiyah Sapen).
Afita Nur Inderasari dari SDN Kalasan 1 menyabet Best Player KU 12, sedangkan Earlyta Arsyfara Fatiyaturrahma (SDN Kalasan) menjadi Best Goalkeeper. SDN Giwangan menerima Fair Play Team.
Afita mengaku tidak menyangka mendapat penghargaan tersebut. Ia berharap bisa terpilih mengikuti MLSC All-Stars dan lanjut ke Hydroplus Soccer League.
"Saya tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan Best Player. Semoga saya bisa terpilih ikut MLSC All-Stars dan lanjut ke Hydroplus Soccer League," ujarnya.
Pelatih SDN Kalasan 1 Sebut Timnya Layak Juara
Pelatih SDN Kalasan 1, Muhammad Arifin, menyatakan puas dengan penampilan anak asuhnya meski belum berhasil membawa pulang trofi juara. Menurutnya, materi pemain yang dimiliki timnya sangat layak juara.
"Kalau dari segi materi pemain, tim kami sangat layak juara. Dukungan dari luar, suporter, dan semua stakeholder sepak bola Jogja juga yakin kami bisa juara," ujarnya.
Kendati demikian, SDN Kalasan 1 tetap bangga karena Afita Nur Inderasari berhasil membawa pulang trofi Best Player KU 12.
Munculnya Juara Baru Dinilai Tanda Ekosistem Kompetisi Menguat
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, mengapresiasi hadirnya juara baru pada turnamen ini. Fenomena serupa juga terjadi di MLSC Semarang, tempat sekolah baru muncul sebagai juara.
Menurut Welly, hal itu menunjukkan kualitas kompetisi mulai naik seiring bertambahnya antusiasme peserta di setiap kota.
"Dari sisi kualitas kompetisi sudah bisa terlihat bahwa memang ada perkembangan di setiap serinya. Ini menunjukkan ekosistem kompetisi semakin terbentuk dan semakin bagus dengan munculnya sekolah baru sebagai pemenang di setiap kota," terang Welly.
Antusiasme sekolah yang mengikuti MLSC disebutnya sangat tinggi. Turnamen ini menjadi ajang pembinaan sepak bola putri usia dini di sejumlah kota, termasuk DI Yogyakarta.