GUNUNGKIDUL — Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul Sri Suhartanta mengungkapkan, dari total 21 Indikator Kinerja Utama (IKU) RPJMD, pemerintah daerah memfokuskan evaluasi pada enam aspek data makro utama. Keenam indikator itu meliputi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat kemiskinan, rasio gini, laju pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, dan inflasi.
Laju Ekonomi Tembus Target, IPM Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Berdasarkan data terbaru, laju pertumbuhan ekonomi Gunungkidul pada 2025 mencapai 5,47 persen. Angka tersebut telah memenuhi target optimistis yang ditetapkan dalam RPJMD 2026.
"Data angka kemiskinan berada di level 14,15 persen dan rasio gini pada angka 0,33 yang menunjukkan tingkat ketimpangan yang semakin membaik," kata Sri Suhartanta di Gunungkidul, Senin.
Meski dua indikator menunjukkan tren positif, capaian IPM masih memerlukan perhatian. Target IPM 2026 sebesar 74,13, sementara realisasi saat ini baru mencapai 73,13. Selisih satu poin ini menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menggenjot program-program yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
Bupati Endah: Data Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Dasar Keputusan
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan, seluruh kebijakan pemerintah daerah ke depan harus didasarkan pada data yang akurat dan mutakhir. Ia mengkritik masih adanya keterlambatan pembaruan data oleh produsen data di tingkat OPD yang berpotensi menghambat proses pengambilan keputusan.
"Saya tidak ingin lagi melihat ego sektoral, tidak ada satu pun indikator pembangunan yang dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja," ujar Endah.
Untuk memastikan akuntabilitas, bupati menginstruksikan setiap kepala perangkat daerah untuk menyusun paparan khusus yang membedah kontribusi masing-masing OPD terhadap enam indikator makro tersebut. Program yang disusun harus berbasis data, memiliki target terukur, lokasi intervensi yang jelas, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Tujuh Quick Wins Jadi Acuan Program OPD
Endah juga mengarahkan seluruh perangkat daerah untuk menyelaraskan program kerja dengan tujuh program unggulan Quick Wins Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Ketujuh program tersebut meliputi Bocah Pinter, Warga Sehat, Tani Makmur, UMKM Berdaya, Gunungkidul Berdikari, Pamong Layani Ngayomi, serta Warga Guyub dan Alam Lestari.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gunungkidul Agus Haranto mendorong penguatan kolaborasi data sektoral antarpemangku kepentingan. Ia berharap data dari setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dapat terintegrasi dalam sistem seperti Dopadu milik Kominfo.
"Proses rekonsiliasi data setiap triwulan dapat berjalan lebih efisien tanpa harus melalui proses persuratan yang panjang," kata Agus.