Pencarian

Pemkab Gunungkidul Sinkronkan Data Makro dengan BPS, Enam Indikator Ini Jadi Fokus Utama Capai Target RPJMD 2026

Senin, 20 Juli 2026 • 18:13:31 WIB
Pemkab Gunungkidul Sinkronkan Data Makro dengan BPS, Enam Indikator Ini Jadi Fokus Utama Capai Target RPJMD 2026
Sekda Gunungkidul Sri Suhartanta menyampaikan evaluasi enam indikator data makro dalam rapat sinkronisasi data dengan BPS.

GUNUNGKIDUL — Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul Sri Suhartanta mengungkapkan, dari total 21 Indikator Kinerja Utama (IKU) RPJMD, pemerintah daerah memfokuskan evaluasi pada enam aspek data makro utama. Keenam indikator itu meliputi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat kemiskinan, rasio gini, laju pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, dan inflasi.

Laju Ekonomi Tembus Target, IPM Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Berdasarkan data terbaru, laju pertumbuhan ekonomi Gunungkidul pada 2025 mencapai 5,47 persen. Angka tersebut telah memenuhi target optimistis yang ditetapkan dalam RPJMD 2026.

"Data angka kemiskinan berada di level 14,15 persen dan rasio gini pada angka 0,33 yang menunjukkan tingkat ketimpangan yang semakin membaik," kata Sri Suhartanta di Gunungkidul, Senin.

Meski dua indikator menunjukkan tren positif, capaian IPM masih memerlukan perhatian. Target IPM 2026 sebesar 74,13, sementara realisasi saat ini baru mencapai 73,13. Selisih satu poin ini menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menggenjot program-program yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Bupati Endah: Data Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Dasar Keputusan

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan, seluruh kebijakan pemerintah daerah ke depan harus didasarkan pada data yang akurat dan mutakhir. Ia mengkritik masih adanya keterlambatan pembaruan data oleh produsen data di tingkat OPD yang berpotensi menghambat proses pengambilan keputusan.

"Saya tidak ingin lagi melihat ego sektoral, tidak ada satu pun indikator pembangunan yang dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja," ujar Endah.

Untuk memastikan akuntabilitas, bupati menginstruksikan setiap kepala perangkat daerah untuk menyusun paparan khusus yang membedah kontribusi masing-masing OPD terhadap enam indikator makro tersebut. Program yang disusun harus berbasis data, memiliki target terukur, lokasi intervensi yang jelas, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Tujuh Quick Wins Jadi Acuan Program OPD

Endah juga mengarahkan seluruh perangkat daerah untuk menyelaraskan program kerja dengan tujuh program unggulan Quick Wins Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Ketujuh program tersebut meliputi Bocah Pinter, Warga Sehat, Tani Makmur, UMKM Berdaya, Gunungkidul Berdikari, Pamong Layani Ngayomi, serta Warga Guyub dan Alam Lestari.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gunungkidul Agus Haranto mendorong penguatan kolaborasi data sektoral antarpemangku kepentingan. Ia berharap data dari setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dapat terintegrasi dalam sistem seperti Dopadu milik Kominfo.

"Proses rekonsiliasi data setiap triwulan dapat berjalan lebih efisien tanpa harus melalui proses persuratan yang panjang," kata Agus.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks