Dua atlet menembak asal Gunungkidul, Kanurian Al-Ghozi dan Anang Febrian, terpilih memperkuat Tim Menembak PB Perbakin untuk mewakili Indonesia di Asian Games ke-20 di Aichi-Nagoya, Jepang. Pemkab Gunungkidul menyatakan dukungan penuh atas keduanya yang tergabung dalam kontingen Merah Putih bersama 432 atlet nasional. Kompetisi menembak berlangsung 19 September hingga 4 Oktober 2026.
GUNUNGKIDUL — Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya dua putra daerah untuk memperkuat tim nasional menembak. Keduanya dilepas Presiden Prabowo Subianto bersama kontingen Indonesia pada Rabu (9/9).
"Kanurian Al-Ghozi dan Anang Febrian merupakan binaan olahraga menembak Gunungkidul yang kini menembus panggung Asia, membawa nama daerah sekaligus bangsa," kata Endah di Gunungkidul, Kamis.
Siapa Dua Atlet yang Lolos ke Asian Games?
Kanurian Al-Ghozi dan Anang Febrian merupakan atlet binaan cabang olahraga menembak Gunungkidul. Keduanya masuk dalam kontingen Merah Putih yang resmi dilepas bersama 432 atlet nasional lainnya.
Keduanya akan berlaga di Asian Games ke-20 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Jalur Panjang Menuju Panggung Asia
Endah menilai capaian ini membuktikan Gunungkidul mampu melahirkan bibit unggul yang bersaing di tingkat Asia. Menurutnya, keberhasilan tersebut buah dari kerja keras, disiplin, dan latihan panjang.
"Tidak ada jalan pintas menuju prestasi. Di balik setiap medali ada keringat, pengorbanan, dan doa," ujarnya.
Ia berharap prestasi kedua atlet memotivasi generasi muda dan atlet lain di Gunungkidul untuk terus berlatih.
Pesan Bupati untuk Kedua Atlet
Endah berpesan agar Kanurian dan Anang berjuang dengan penuh keberanian serta memberikan kemampuan terbaik saat kompetisi berlangsung.
"Kami titipkan harapan seluruh masyarakat Gunungkidul di pundak Ananda Kanurian dan Ananda Anang. Berjuanglah dengan gagah berani, dan kibarkan Merah Putih setinggi-tingginya di negeri orang," katanya.
Pemkab Gunungkidul juga mengajak warga mendukung kedua atlet melalui doa. Menurut Endah, dukungan dari kampung halaman menjadi kekuatan tersendiri bagi atlet yang berlaga di luar negeri.
"Kami mohon kepada seluruh masyarakat Gunungkidul, mari kita iringi perjuangan putra daerah kita dengan doa. Dukungan dan doa dari kampung halaman adalah kekuatan yang tak ternilai," ujarnya.