Pencarian

10 Prediksi Teknologi yang Terbukti Salah, dari ChatGPT hingga iPhone

Sabtu, 12 September 2026 • 11:24:31 WIB
10 Prediksi Teknologi yang Terbukti Salah, dari ChatGPT hingga iPhone
Prediksi teknologi yang terbukti salah menyoroti ChatGPT hingga iPhone.

DI YOGYAKARTA — Prediksi buruk soal teknologi bukan hal langka. Beberapa di antaranya bahkan sempat dianggap sebagai konsensus, sebelum akhirnya dibantah oleh realitas pasar. Rangkuman dari Bored Panda yang dibahas detikINET menyoroti sejumlah ramalan yang kini terdengar keliru.

Yang menarik, pola kesalahannya mirip: teknologi baru dinilai dari kebiasaan lama, bukan dari kemungkinan yang bisa dibuka. Berikut sorotannya.

ChatGPT dan Keraguan pada Sam Altman

Konsep ChatGPT sempat dipandang sebelah mata. Sam Altman dianggap terlalu optimistis dengan produk yang belum terbukti di pasar.

Realitasnya, chatbot berbasis model bahasa besar itu memicu gelombang adopsi AI generatif yang mengubah cara orang bekerja. Prediksi bahwa produk ini akan gagal total tidak terbukti.

iPhone dan Apple yang Diragukan

Apple juga tidak luput dari ramalan pesimistis saat memperkenalkan iPhone. Banyak pihak meragukan langkah perusahaan masuk ke pasar ponsel yang sudah padat.

Sejarah mencatat sebaliknya. iPhone menjadi salah satu produk paling berpengaruh dalam dua dekade terakhir dan mengubah lanskap industri mobile secara global.

Panggilan Video yang Dianggap Tak Diminati

Ada masa ketika panggilan video dianggap tidak akan diminati pengguna. Asumsinya, orang lebih memilih komunikasi suara atau tatap muka langsung.

Pandemi mengubah hitungan itu. Panggilan video jadi kebutuhan harian, baik untuk kerja, sekolah, maupun menjaga hubungan keluarga.

Mobil dan Dominasi Kuda

Prediksi lama menyebut orang tidak akan suka naik mobil, dan kuda akan tetap populer sebagai moda transportasi utama.

Perkembangan infrastruktur dan manufaktur membalik ramalan tersebut. Mobil menjadi tulang punggung mobilitas modern, sementara peran kuda bergeser jauh.

Layar Sentuh pada Smartphone

Sulit membayangkan smartphone tanpa layar sentuh hari ini. Padahal, ada masa ketika antarmuka sentuh dianggap bukan arah yang jelas.

Setelah iPhone dan Android mendorong standar baru, layar sentuh menjadi norma. Pabrikan yang bertahan dengan tombol fisik perlahan tersingkir dari segmen premium.

Text-to-Video dan Kecerdasan Buatan

Kemampuan mengubah teks menjadi video sempat dianggap jauh dari kenyataan. Kini, model AI generatif mampu menghasilkan klip pendek dari perintah teks.

Kemajuan ini membuka peluang baru di industri kreatif, sekaligus memunculkan pertanyaan soal hak cipta dan etika produksi konten.

Bitcoin dan Penyesalan Investor

Banyak orang menyesal karena melewatkan kesempatan berinvestasi di Bitcoin saat nilainya masih rendah. Prediksi bahwa aset kripto ini akan siripun tak terbukti.

Volatilitasnya tetap tinggi, tetapi Bitcoin bertahan sebagai aset yang diperhitungkan di portofolio sebagian investor institusi maupun ritel.

Nintendo Switch yang Disebut Gagal

Nintendo Switch sempat diramalkan gagal di pasar konsol. Keraguan muncul karena pendekatan hybrid yang dianggap membingungkan.

Nyatanya, konsol ini mencatat penjualan kuat dan menjadi salah satu produk paling sukses di segmennya. Ramalan kegagalan itu tidak terbukti.

Prediksi Penampilan David Beckham 2020

Majalah Fourfourtwo pada 1998 pernah memuat prediksi soal penampilan David Beckham pada 2020. Hasilnya jauh dari bayangan saat itu.

Contoh ini memperlihatkan bahwa ramalan jangka panjang, termasuk soal teknologi dan budaya pop, sering meleset karena perubahan berjalan lebih cepat dari perkiraan.

Dari daftar ini, satu pola konsisten muncul: teknologi baru kerap dinilai dengan kacamata masa lalu. Bagi pelaku bisnis digital dan investor, sikap skeptis yang sehat tetap perlu, tetapi meremehkan potensi inovasi terbukti berisiko.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks