DI YOGYAKARTA — Prof Ova secara spesifik menyoroti ironi di lingkungan kampus. Menurutnya, banyak mahasiswa yang justru menjadi korban dari kemudahan akses keuangan digital yang tidak dibarengi literasi yang cukup.
"Banyak kejadian mahasiswa dengan kemudahan tersebut, terjebak dalam berbagai situasi yang menyulitkan," ujarnya dalam seremoni pembukaan acara.
Pernyataan itu merujuk pada maraknya kasus mahasiswa yang terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal atau gagal membedakan antara investasi legal dan skema Ponzi. Prof Ova menekankan bahwa literasi keuangan modern tidak bisa lagi hanya sebatas menabung atau investasi dasar.
Dalam pidatonya, Rektor UGM memberikan apresiasi khusus kepada LPS dan CT Corp yang dinilainya menjadi motor utama penyelenggaraan festival. Ia menyebut kolaborasi ini penting untuk menjangkau masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.
"Pertama, saya atas nama UGM menyampaikan apresiasi kepada inisiator acara yang luar biasa ini, khususnya di sini LPS dan seluruh mitra dalam hal ini utamanya adalah bapak Chairul Tanjung dari CT Corp," kata Ova.
Festival ini dinilai strategis mengingat Yogyakarta memiliki konsentrasi mahasiswa yang tinggi dari berbagai daerah. Edukasi keuangan di kota pelajar menjadi krusial untuk mencegah kerugian finansial di kalangan generasi muda.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu sebelumnya juga menyentuh isu yang sama. Perkembangan teknologi digital memang membuka akses layanan keuangan seluas-luasnya, tapi di sisi lain membawa risiko baru.
Prof Ova menggarisbawahi pernyataan Anggito tersebut. "Perkembangan teknologi digital... berdampak kepada kemudahan akses. Tetapi juga kemudahan itu diimbangi dengan adanya risiko sehingga pemahaman risiko ini sangat-sangat diperlukan agar tidak berubah menjadi kerentanan," jelasnya.
Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu menjembatani kesenjangan antara kemajuan teknologi finansial dan kesiapan sumber daya manusia dalam mengelolanya. UGM sendiri berkomitmen untuk terus mengintegrasikan literasi keuangan dalam kurikulum dan kegiatan kemahasiswaan.