DI YOGYAKARTA — Wawan menyampaikan harapan itu saat menghadiri hari kedua Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Dalam sambutannya, ia mengapresiasi antusiasme warga yang memadati lokasi, terutama dari kalangan pelajar dan ibu-ibu.
"Ibu-ibu yang hadir banyak sekali di belakang belajar, ingin tahu banyak mengenai literasi keuangan," katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, "Teman-teman ISEI bilang Jogja tumbuh karena ekonomi kerumunan. Jadi acara seperti ini kita harapkan bisa setiap minggu."
Festival ini tidak sekadar pameran produk finansial. Wawan menekankan bahwa antusiasme peserta justru tinggi pada sesi edukasi. Hal itu terlihat dari jumlah ibu rumah tangga dan pelajar yang duduk di bagian belakang ruangan untuk mengikuti kelas literasi keuangan.
"Kami sangat senang sekali dan acara seperti ini sangat membantu perekonomian Jogja," ujarnya dalam sambutan yang juga diselingi sapaan sugeng rawuh.
Pernyataan Wawan merujuk pada analisis Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang menyebut pertumbuhan ekonomi Yogyakarta ditopang oleh aktivitas kerumunan. Event seperti festival, konser, dan pameran menjadi motor penggerak sektor informal, mulai dari pedagang kaki lima hingga transportasi daring.
Dengan menggelar Jogja Financial Festival secara mingguan, pemerintah kota berharap efek berganda (multiplier effect) bisa dirasakan lebih merata. Pelaku UMKM dan penyedia jasa sekitar Jogja Expo Center menjadi pihak yang paling diuntungkan langsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal resmi untuk edisi berikutnya. Namun, dorongan dari Wakil Wali Kota menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Yogyakarta serius menjadikan acara ini agenda rutin.