Motor Listrik Indomobil Resmi Dijual di Yogyakarta, Varian QT Pro Diklaim Mampu Tempuh 140 Km

Penulis: Jamal Nasution  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:30:43 WIB
Motor listrik Indomobil varian QT Pro resmi dipasarkan di Yogyakarta dengan daya jelajah hingga 140 km.

YOGYAKARTA — PT Indomobil Emotor Internasional (IEI) bersama Sumber Baru Group menggelar Indomobil Expo 2026 di Pakuwon Mall Jogja pada 14-17 Mei 2026. Ajang ini menjadi titik awal pemasaran resmi motor listrik Indomobil di Daerah Istimewa Yogyakarta.

CEO PT Indomobil Emotor Internasional, Pius Wirawan, menyebut Yogyakarta sebagai wilayah krusial bagi ekspansi bisnis mereka. “Masyarakat Yogyakarta dikenal sangat terbuka terhadap teknologi transportasi modern yang efisien,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Dua Varian Baru dengan Banderol Mulai Rp15,8 Juta

Dari pameran tersebut, Indomobil memperkenalkan dua varian terbaru yang sebelumnya debut di IIMS 2026, yakni QT dan QT Pro. Keduanya dirancang khusus untuk menyesuaikan karakter infrastruktur jalanan di Indonesia.

Berikut daftar harga OTR Yogyakarta untuk kedua varian tersebut:

  • QT Pro: daya jelajah hingga 140 kilometer, harga Rp19.650.000.
  • QT Standar: pilihan ekonomis dengan harga mulai Rp15.850.000.

Sebelumnya, Indomobil telah memasarkan model Adora, Tyranno, dan Sprinto. Kini jajaran produk mereka semakin lengkap untuk menjawab kebutuhan mobilitas harian konsumen perkotaan.

Klaim Biaya Operasional Hemat 80 Persen

President Director Sumber Baru Group, Hendra Kurniawan, menyatakan optimisme terhadap lini produk anyar ini. Menurutnya, motor listrik Indomobil mampu memangkas pengeluaran harian hingga 80 persen dibandingkan motor konvensional.

Selain irit, kendaraan ini minim perawatan dan lebih ramah lingkungan. “Kendaraan listrik ini mendukung gaya hidup yang jauh lebih hemat dari sisi operasional,” kata Hendra.

Pajak Nol Rupiah dan Harga Bekas Stabil

Salah satu daya tarik utama motor listrik adalah biaya pajak yang sangat murah. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan SWDKLLJ di STNK tercatat nol rupiah, pemilik hanya perlu membayar biaya administrasi sekitar Rp35.000.

Soal harga jual kembali, Indomobil mengklaim nilainya tetap stabil. Sebagai contoh, unit yang harga barunya Rp26 juta masih laku di kisaran Rp22 juta dalam kondisi bekas. “Tingginya minat pasar terhadap unit seken membuat harga jual kembali tetap tinggi,” jelas Hendra.

Menjawab Kekhawatiran Soal Baterai

Pihak Indomobil juga menanggapi keraguan calon pembeli terkait usia pakai dan biaya penggantian baterai. Seiring berkembangnya teknologi dan ekosistem kendaraan listrik, harga baterai di masa depan diprediksi semakin terjangkau.

“Konsumen kini tidak perlu merasa cemas lagi,” tegas Pius Wirawan. Dengan berbagai keunggulan tersebut, kehadiran Indomobil di Yogyakarta diharapkan menjadi katalisator percepatan adopsi kendaraan listrik di tanah air.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: inikata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top