BUMN PT INTI Terancam Bubar, Danantara Genjot Penataan 180 Perusahaan Negara

Penulis: Indra Firmansyah  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 14:20:07 WIB
PT INTI menghadapi risiko pembubaran akibat persoalan keuangan dan tata kelola.

DI YOGYAKARTA — Nasib PT INTI, perusahaan telekomunikasi legendaris asal Bandung, kini berada di ujung tanduk. Dony Oskaria secara terbuka menyatakan perusahaan itu menghadapi persoalan keuangan dan tata kelola yang kronis. "Dulu banyak BUMN terkenal di Bandung, ada PT Inti yang sangat terkenal, sekarang menghadapi persoalan dan mungkin akan kita tutup juga," ujarnya dalam Jogja Financial Festival, Minggu (24/5/2026).

Lemahnya pengawasan internal disebut membuat beban operasional membengkak. Akibatnya, keberlanjutan bisnis perusahaan terganggu dan sulit untuk dipulihkan.

180 BUMN Ditata, Bukan Cuma PT INTI yang Terancam

PT INTI bukan satu-satunya perusahaan yang masuk radar. Dony juga menyoroti nasib Djakarta Lloyd dan Krakatau Steel yang terjerat persoalan serupa. Menurutnya, sebelum era Danantara, setiap BUMN berjalan sendiri-sendiri tanpa mekanisme saling membantu. "Karena tidak ada mekanisme untuk membantu satu BUMN dan BUMN lain, menyebabkan sulit untuk kita melakukan perbaikan," jelas Dony.

Hingga saat ini, sebanyak 180 perusahaan negara telah menjalani penataan. Skemanya bervariasi, mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi menyeluruh yang digarap bersama Danantara Asset Management (DAM).

Target: Sisa 250 BUMN dengan Fokus Bisnis Inti

Pemerintah menargetkan jumlah entitas BUMN dipangkas hingga tersisa sekitar 250 perusahaan. Proses streamlining ini bertujuan menyederhanakan struktur korporasi dan mengurangi tumpang tindih bisnis antar-BUMN. "Setiap perusahaan harus fokus pada bisnis inti, memiliki tata kelola yang kuat, dan mampu memberikan nilai tambah nyata bagi negara dan masyarakat," tegas Dony.

Dengan skema baru, BUMN yang sakit tak lagi dibiarkan berjuang sendiri. Danantara diharapkan menjadi payung yang mampu menyuntikkan modal atau melakukan restrukturisasi lintas sektor. Namun bagi PT INTI, waktu sepertinya sudah habis—pembubaran menjadi opsi paling realistis yang kini mengemuka.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top