YOGYAKARTA — Wuling Eksion PHEV menawarkan alternatif kendaraan yang lebih efisien untuk perjalanan lintas kota, terutama saat musim liburan. Dalam uji coba perjalanan dari Jakarta Selatan menuju Kulon Progo, konsumsi bahan bakar tercatat sangat irit berkat kombinasi mesin bensin dan baterai listrik.
Untuk perjalanan Jakarta-Yogyakarta sejauh sekitar 560 kilometer melalui Tol Trans-Jawa, pemilik Eksion PHEV wajib menyiapkan saldo uang elektronik untuk tol Golongan I. Kisaran biayanya antara Rp 575.000 hingga Rp 600.000, tergantung titik masuk tol dari lokasi keberangkatan.
Sementara untuk bahan bakar, berdasarkan data MID pada perjalanan uji coba sejauh 627 km, konsumsi rata-rata mencapai 24 kilometer per liter. Angka ini didukung penggunaan mode EV murni yang mampu menempuh jarak hingga 125 kilometer sesuai klaim pabrikan.
Kapasitas tangki Wuling Eksion PHEV mencapai 52 liter. Jika diisi penuh Pertamax dengan harga Rp 16.250 per liter, dana yang perlu disiapkan sekitar Rp 845.000. Sementara jika menggunakan Pertamax Turbo seharga Rp 20.750 per liter, biayanya mencapai Rp 1.079.000.
Namun, hasil uji coba menunjukkan bahwa setelah menempuh 627 km, MID masih menampilkan sisa jarak tempuh 534 km. Artinya, dengan sistem hybrid yang dikombinasikan mode EV, pemilik berpotensi tidak perlu melakukan pengisian bahan bakar lagi untuk perjalanan pulang ke Jakarta.
Meski efisiensi terbilang impresif, angka tersebut tak bisa dijadikan patokan mutlak. Beberapa faktor seperti kondisi mesin, kapasitas baterai, gaya berkendara, bobot muatan, dan kepadatan lalu lintas selama perjalanan sangat memengaruhi konsumsi energi.
Wuling Eksion PHEV menjadi pilihan baru di segmen SUV 7-seater dengan teknologi elektrifikasi yang mendukung perjalanan jarak jauh. Kombinasi kenyamanan dan efisiensi bahan bakar menjadi modal utama kendaraan ini saat musim libur sekolah seperti sekarang.