Pencarian

Norwegia Larang AI Generatif di Sekolah Dasar, Berlaku Mulai Akhir Agustus

Minggu, 21 Juni 2026 • 00:08:31 WIB
Norwegia Larang AI Generatif di Sekolah Dasar, Berlaku Mulai Akhir Agustus
Norwegia melarang penggunaan AI generatif di sekolah dasar mulai akhir Agustus 2024.

DI YOGYAKARTA — Norwegia mengambil langkah tegas dengan menerapkan larangan ketat penggunaan AI generatif di sekolah dasar. Diberitakan Reuters, Perdana Menteri Jonas Gahr Stoere menyebut bahwa AI membuat anak-anak melewatkan tahapan penting dalam pendidikan.

Aturan Berdasarkan Kelompok Usia

Kebijakan ini tidak seragam untuk semua jenjang. Siswa kelas 1 hingga 7 (usia 6-13 tahun) dilarang total menggunakan generative AI di lingkungan sekolah.

Untuk remaja usia 14 hingga 16 tahun, AI generatif boleh digunakan, tetapi harus dalam pengawasan guru. Sementara siswa berusia 17 tahun ke atas didorong untuk menggunakan AI secara mandiri dan bertanggung jawab.

Larangan Smartphone Terbukti Efektif

Ini bukan pertama kalinya Norwegia membatasi teknologi di ruang kelas. Negara itu sudah melarang smartphone di sekolah sejak 2024 dan hasilnya positif.

Data pemerintah menunjukkan penurunan perundungan, peningkatan nilai akademik, dan penurunan signifikan jumlah kunjungan ke psikolog untuk masalah kesehatan mental. Dampak positif ini terlihat paling kuat pada siswi perempuan.

Rencana Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Norwegia juga bersiap memperluas pembatasan ke ranah digital yang lebih luas. Sebuah rancangan undang-undang akan diajukan ke parlemen akhir tahun ini untuk melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial.

Langkah ini serupa dengan kebijakan yang diterapkan Australia. RUU tersebut akan melengkapi larangan AI dan smartphone yang sudah berjalan.

Nasib Regulasi AI Serupa di Amerika Serikat

Di sisi lain, Amerika Serikat juga bergerak membatasi akses anak-anak terhadap chatbot AI. Senat dan DPR AS tengah membahas RUU bernama Guidelines for User Age-verification and Responsible Dialogue Act (GUARD Act) yang mewajibkan perusahaan AI menerapkan verifikasi usia.

RUU ini awalnya menyasar hampir semua chatbot berbasis AI, namun bahasannya dilunakkan bulan lalu. Kini, RUU hanya merujuk pada "AI companions", yang berarti produk seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot berpotensi dikecualikan.

Kritikus menilai perubahan ini bisa dimanfaatkan perusahaan untuk mengecualikan diri dengan dalih fungsi chatbot mereka bersifat "insidental". Batas antara "AI companion" dan "alat pencari" yang dijadikan teman bicara 24 jam dinilai terlalu tipis.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks