DI YOGYAKARTA — Foto-foto spyshot yang beredar di media sosial menunjukkan Suzuki sudah memasuki tahap pengujian jalan raya untuk hatchback listrik murah tersebut. Dikutip dari Cartoq, mobil ini akan menjadi model produksi dari Suzuki Vision e-Sky yang sempat dipamerkan di Japan Mobility Show Oktober 2025 lalu.
Dari gambar yang bocor, versi produksi tampak menggunakan velg kaleng—jauh berbeda dari versi konsep yang memakai velg alloy aerodinamis. Kaca spion juga sudah beralih ke model konvensional, bukan kamera seperti pada konsep.
Meski demikian, ubahan ini justru menandakan mobil sudah mendekati bentuk akhir untuk produksi massal. Beberapa fitur canggih tetap terlihat, seperti kamera 360 derajat dan rangkaian perangkat ADAS yang tertanam di bumper depan.
Versi produksi Vision e-Sky akan menggunakan platform K-EV generasi anyar, yakni sasis khusus EV yang diklaim Suzuki mampu memaksimalkan ruang kabin meski dimensi mobil tetap ringkas. Ukuran yang dipertahankan dari konsep: panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.625 mm.
Angka-angka itu menempatkan mobil ini setara dengan segmen kei-car khas Jepang, ideal untuk lalu lintas padat dan lahan parkir sempit. Suzuki sendiri menyebut target konsumennya adalah mereka yang rutin menggunakan mobil mini untuk bepergian, belanja, hingga perjalanan singkat akhir pekan.
Suzuki mengklaim Vision e-Sky mampu menempuh jarak lebih dari 270 km dalam sekali pengisian daya penuh. Kapasitas baterai memang belum diungkap resmi, tapi angka itu dinilai realistis untuk pola pemakaian harian di perkotaan—pulang-pergi kantor, antar-jemput anak, atau sekadar jalan-jalan sore.
Dengan tema desain "Unik, Cerdas, Positif", Suzuki ingin hatchback listrik ini mengekspresikan karakter ceria dan tidak membosankan. Bentuknya yang mirip kotak dengan sudut membulat mengingatkan pada Suzuki Ignis, tapi dengan proporsi lebih kekar.
Belum ada tanggal pasti peluncuran, tapi dari bocoran yang beredar, Suzuki menargetkan produksi global pada 2026-2027. India kemungkinan menjadi basis produksi utama, mengingat Suzuki sudah memiliki pabrik dan rantai pasok EV di sana melalui Maruti Suzuki.
Untuk pasar Indonesia, kehadiran mobil listrik murah seperti ini bisa menjadi angin segar. Harga yang kompetitif—jika Suzuki mampu menekan biaya produksi—akan membuatnya bersaing dengan Wuling Air ev atau Citroën ë-C3 yang sudah lebih dulu beredar. Namun, semuanya masih tergantung kebijakan impor dan insentif dari pemerintah.