Bukan Sekadar Wisata, Petani Lampung Tengah Pungut Ilmu dari Bogor demi Pertanian Mandiri

Penulis: Indra Firmansyah  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 13:34:02 WIB
Ketua Umum IKWT Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, mengamati praktik budidaya terpadu di P4S Jimmy Hantu Foundation, Kabupaten Bogor.

DI YOGYAKARTA — P4S Jimmy Hantu Foundation di Kabupaten Bogor bukanlah pusat pelatihan pertanian biasa. Lembaga ini dikenal sebagai salah satu percontohan nasional yang berhasil mengombinasikan praktik budidaya terpadu dengan penguatan kelembagaan petani. Ketua Umum IKWT Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, beserta jajaran pengurus tampak serius mengamati setiap proses, mulai dari pengelolaan lahan hingga tata kelola agribisnis.

Pembina P4S Lampung Tengah yang juga menjabat Penasehat Perhiptani setempat, Sumarsono, turut hadir dalam rombongan. Kehadirannya menegaskan bahwa kunjungan ini bukan seremonial belaka, melainkan bagian dari strategi jangka panjang membangun SDM pertanian yang tangguh.

Yang Dicari: Inovasi dan Tata Kelola

Fokus utama studi tiru ini adalah membedah bagaimana P4S Jimmy Hantu Foundation mengelola praktik pertanian terpadu yang efisien. Para peserta tidak hanya melihat teknik budidaya, tetapi juga mempelajari sistem pemberdayaan masyarakat yang membuat petani di sana lebih mandiri dan produktif.

Aspek pengembangan agribisnis menjadi perhatian tersendiri. Rombongan ingin memahami bagaimana sebuah kelompok tani bisa membangun kemitraan usaha yang menguntungkan, bukan sekadar bertani untuk konsumsi sendiri. Pertukaran pengalaman ini diharapkan membuka jejaring baru bagi petani Lampung Tengah.

Sinergi Lintas Lembaga: Kunci Adaptasi

Nilai strategis dari kegiatan ini terletak pada kolaborasi antarlembaga yang terjalin. P4S, IKWT, Perhiptani, dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) bergerak bersama dalam satu misi. Sinergi ini dinilai penting agar ilmu yang didapat dari Bogor tidak berhenti sebagai catatan, melainkan terimplementasi di lapangan.

Dengan menggabungkan kekuatan kelembagaan, proses adaptasi inovasi pertanian di Lampung Tengah diharapkan berjalan lebih cepat. Target akhirnya jelas: mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing demi kesejahteraan petani serta ketahanan pangan daerah.

Langkah Lampung Tengah ini menjadi contoh bagaimana daerah bisa proaktif membangun sektor pertaniannya di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi pasar. Inisiatif belajar dari daerah lain yang lebih maju adalah cara efektif memangkas kurva pembelajaran dan menghindari kesalahan yang sama.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: radarmetro.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top