BANTUL — Pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertajuk Bantul Creative Expo 2026 resmi berlangsung di kawasan Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026). Ajang ini menjadi etalase bagi ratusan pelaku UMKM lokal untuk menjaring pembeli sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Penyelenggaraan expo ini menargetkan akumulasi transaksi mencapai Rp2,3 miliar selama sembilan hari. Target tersebut dinilai realistis mengingat sektor ekonomi kreatif nasional menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan penyerapan 27,4 juta tenaga kerja pada 2025 atau setara 18,7 persen dari total tenaga kerja Indonesia.
Bantul Creative Expo 2026 sengaja digelar bersamaan dengan perayaan Hari Jadi Ke-195 Kabupaten Bantul. Momen ini dimanfaatkan untuk mendekatkan produk-produk unggulan daerah langsung ke konsumen, sekaligus menjadi ruang promosi bagi para perajin dan pengusaha kecil di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Pantauan di lokasi, pengunjung tampak antusias mengamati beragam produk yang dipamerkan. Mulai dari kerajinan tangan, kuliner olahan, hingga produk fesyen khas Bantul tersaji di stan-stan yang telah disiapkan panitia di area stadion.
Kehadiran expo ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat kabupaten. Dengan mengusung konsep pameran yang interaktif, para pelaku UMKM mendapat kesempatan langsung untuk memahami preferensi pasar dan menjalin relasi bisnis baru.
Kegiatan ini juga menjadi indikator positif bagi iklim usaha di Bantul. Pemerintah daerah setempat terus berupaya memfasilitasi pelaku UMKM agar produknya mampu bersaing, baik di pasar domestik maupun mancanegara. Selama pameran berlangsung, transaksi yang terjadi akan terus dipantau untuk mengukur efektivitas ajang ini sebagai penggerak roda perekonomian warga.