SLEMAN — Kompleks Lapangan Pemda Sleman akan berubah fungsi menjadi galeri seni terbuka selama sepekan penuh pada September 2026. Ribuan pengunjung diproyeksikan hadir dalam perhelatan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) yang tahun ini mengusung tema besar "Aksara" sebagai simbol identitas dan jejak peradaban.
Organizing Committee FKY 2026, Paksi Raras Alit, menegaskan bahwa pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, aksara memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar simbol tulisan, melainkan representasi perkembangan literasi dan nilai-nilai budaya yang diwariskan lintas generasi.
"Perubahan nama dilakukan agar festival mampu merepresentasikan proses hidup berkebudayaan, bukan sekadar menampilkan karya seni," ujar Paksi di Griya Harian Jogja, Senin (10/8/2026).
Konsep bahasa menjadi fokus utama yang coba dieksplorasi penyelenggara pada edisi kali ini. Paksi menjelaskan, bahasa dimaknai secara lebih luas—bukan hanya bahasa Jawa, Indonesia, atau Inggris, tetapi juga segala bentuk ekspresi budaya yang hidup di masyarakat.
"Segala hal itu bisa dibahasakan, termasuk puncak-puncak kebudayaan, misalnya tentang kesenian tradisi atau komoditas di pasar seni, itu semuanya ternyata bisa mengandung unsur-unsur bahasa," terangnya.
Ia memberi contoh, pohon kelapa atau kambil dalam budaya Jawa memiliki puluhan istilah berbeda yang menggambarkan berbagai bagian dan fase pertumbuhannya. "Aksara itu adalah tools untuk mengartikulasikan bahasa yang paling mudah menurut kami," tambahnya.
FKY 2026 tidak hanya mengandalkan panggung pertunjukan. Ada empat program utama yang menjadi tulang punggung penyelenggaraan: Pawai Seni, Pentas Seni, Pasar Seni, dan Pameran Seni Terapan.
Pawai Seni akan membuka festival dengan konsep yang diklaim berbeda dari karnaval pada umumnya. Panitia menyiapkan atraksi kejutan yang melibatkan ratusan seniman dari berbagai daerah di DIY.
Sementara itu, Pentas Seni sengaja difungsikan sebagai inkubator untuk melahirkan karya-karya baru, bukan sekadar panggung pertunjukan yang sudah ada. "Pentas seni FKY balik lagi ingin menggelorakan semangat ini adalah inkubator seni, jadi di situ tuh bukan hanya pentas sesuatu sing wis ono tapi menciptakan karya baru," ujar Paksi.
Program ini melibatkan lima seniman kurator yang berkolaborasi dengan seniman warga dari Kota Jogja, Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul.
Daya tarik utama lainnya adalah Pameran Seni Terapan yang akan menyulap seluruh area Kompleks Lapangan Pemda Sleman menjadi galeri terbuka dengan konsep aksara. Berbagai elemen pendukung, mulai dari gerbang utama, papan petunjuk arah, hingga fasilitas umum seperti toilet, akan dirancang sebagai karya seni yang menjadi bagian dari pengalaman pengunjung.
Di sektor Pasar Seni, panitia menyediakan sekitar 200 stan UMKM terkurasi. Setiap produk yang ditampilkan diwajibkan membawa narasi budaya sebagai bagian dari penguatan identitas lokal. Pasar Seni juga dirancang berkolaborasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, termasuk mengintegrasikan pasar tiban dan Sunday Morning yang telah dikenal luas di kawasan Sleman.
Secara keseluruhan, FKY 2026 diproyeksikan menjadi salah satu festival budaya terbesar di DIY tahun ini. Pawai Seni saja diperkirakan melibatkan sekitar 600 seniman dari total 850 seniman yang berpartisipasi.