GUNUNGKIDUL — Distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Gunungkidul terus digencarkan. Sebanyak 37 tangki air bersih telah disalurkan ke Kapanewon Rongkop sebagai respons atas krisis air yang melanda warga selama musim kemarau panjang.
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menegaskan bahwa penanganan kekeringan menjadi fokus utama pemerintah daerah saat ini. "Distribusi bantuan air bersih ke berbagai wilayah terdampak kemarau panjang kita intensifkan karena jadi prioritas," ujarnya di Gunungkidul, Senin.
Pemkab Gunungkidul tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dukungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam pengadaan air bersih. Kerja sama dengan sejumlah donatur swasta juga dilakukan untuk menjangkau titik-titik yang belum terlayani jaringan air bersih.
"Kami juga mengarahkan agar melakukan pemetaan untuk antisipasi jangka panjang, sebagai opsi selain dropping air," kata Joko Parwoto.
Untuk mengurangi ketergantungan warga pada bantuan air saat kemarau, Pemkab Gunungkidul telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Langkah ini dilakukan untuk mengupayakan penelitian dan pencarian sumber mata air baru guna memperluas akses infrastruktur air bagi masyarakat.
"Pemerintah berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada bantuan air saat musim kemarau tiba," jelasnya.
Kekeringan dinilai berpotensi berdampak pada sektor pertanian. Namun, hingga saat ini belum ada laporan gagal panen dari petani karena mereka mulai beradaptasi dengan kondisi cuaca yang ada.
Joko Parwoto berharap pemerintah kalurahan dapat berkoordinasi dengan baik agar intervensi bantuan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. "Harapannya dari tingkat pemerintah kalurahan bisa koordinasi dengan baik agar intervensi bantuan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat," pungkasnya.