YOGYAKARTA — PSIM Yogyakarta memanfaatkan jeda kompetisi dengan menggelar uji coba berkualitas. Menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC yang bermain di Liga 1, Laskar Mataram dinilai tampil percaya diri. Pelatih kepala Jean-Paul van Gastel menyebut elemen taktis lebih dominan dalam pertandingan format 2x45 menit tersebut, berbeda dengan dua uji coba sebelumnya yang lebih menguras fisik.
"Menurut saya, kami bermain cukup bagus hari ini. Taktik diterapkan sedikit berbeda karena lawan bermain di luar perkiraan kami," ujar Van Gastel dalam laman resmi PSIM, Minggu.
Van Gastel sengaja mengatur komposisi waktu tampil para pemainnya. Skema ini dipilih untuk memantau kesiapan seluruh skuad sekaligus menjaga kebugaran menjelang bergulirnya kompetisi Super League pada awal bulan depan.
"Kami membagi menit bermain para pemain menjadi 60 menit dan 30 menit. Keputusan ini berjalan baik karena bagi pemain mula (starter), waktu 60 menit sudah cukup untuk meminimalkan risiko cedera jika bermain lebih lama," jelas mantan asisten pelatih Giovanni van Bronckhorst tersebut.
Menatap musim anyar, PSIM tercatat telah merekrut tujuh pemain anyar. Mereka adalah Ahmad Agung, Alwi Fadilah, Marvin Loria, Adrian Purzycki, Mauro Caballero, Ondrej Rudzan, dan Adrian Dalmau. Skuad anyar ini akan diuji saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung Bantul pada 5 September pukul 15.30 WIB.
Musim lalu, duel PSIM melawan Bhayangkara berakhir dengan saling mengalahkan. Di kandang sendiri, PSIM menang 1-0, namun pada pertemuan kedua harus menyerah dengan skor 1-2. Hasil uji coba kali ini pun menjadi tolak ukur sejauh mana perkembangan taktik tim sebelum bersaing di kompetisi resmi.