DI YOGYAKARTA — Gempa berkekuatan signifikan yang mengguncang NTT pada Sabtu lalu memutus sebagian jaringan telekomunikasi di sejumlah kabupaten. Kantor pusat Telkom di Jakarta langsung merespons dengan mengerahkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan asesmen dan perbaikan bertahap. Hingga saat ini, upaya pemulihan terus berjalan intensif di titik-titik yang masih terdampak.
Corporate Secretary Telkom, pada keterangan resminya, menyatakan bahwa tim teknis telah bekerja sejak hari pertama pascagempa. Prioritas utama adalah mengembalikan layanan suara, data, dan akses internet bagi warga, rumah sakit, serta kantor pemerintahan yang membutuhkan koneksi darurat.
Wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya menjadi perhatian khusus dalam proses pemulihan ini. Sebagai destinasi wisata super prioritas, gangguan komunikasi di kawasan ini berdampak langsung pada operasional hotel, agen perjalanan, dan layanan penerbangan. Tim Telkom memastikan jaringan di area vital ini menjadi prioritas pertama yang disambungkan kembali.
Selain memperbaiki infrastruktur kabel serat optik yang putus, teknisi juga mengerahkan unit gardu bergerak untuk mempercepat pemulihan sinyal. Langkah ini dilakukan sambil menunggu perbaikan permanen selesai dikerjakan. Warga setempat kini mulai bisa memanfaatkan layanan telepon dan internet untuk berkoordinasi dengan keluarga serta melaporkan kondisi terkini.
Gempa yang berpusat di laut itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur telekomunikasi, termasuk menara pemancar dan kabel bawah tanah. Telkom mencatat, sebagian besar gangguan terjadi akibat putusnya aliran listrik di lokasi stasiun pemancar, bukan hanya kerusakan fisik perangkat. Hal ini membuat proses pemulihan relatif lebih cepat dilakukan setelah pasokan listrik kembali normal.
Hingga berita ini diturunkan, sekitar 85 persen jaringan di wilayah terdampak telah berfungsi normal. Sisanya masih dalam proses perbaikan intensif, terutama di daerah terpencil dengan akses jalan yang sulit dijangkau. Telkom berkomitmen menuntaskan seluruh pemulihan dalam waktu dekat agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat NTT kembali berjalan seperti sedia kala.
Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan melaporkan gangguan layanan melalui kanal resmi yang tersedia. Dengan pulihnya konektivitas, diharapkan proses evakuasi, distribusi bantuan, dan koordinasi antarinstansi di lapangan bisa berjalan lebih lancar.