Pencarian

28 Warga Sleman Alami Keracunan Usai Santap Nasi Boks Pamitan Haji

Selasa, 05 Mei 2026 • 11:25:19 WIB
28 Warga Sleman Alami Keracunan Usai Santap Nasi Boks Pamitan Haji
warga Sleman mengalami keracunan setelah mengonsumsi nasi boks pada acara pamitan haji.

SLEMAN — Acara syukuran keberangkatan jemaah haji di Dusun Toragan RT 01, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, berujung pada insiden kesehatan publik. Puluhan warga melaporkan gejala keracunan pangan setelah mengonsumsi hidangan yang disediakan oleh tuan rumah.

Peristiwa ini bermula dari agenda pengajian yang dihadiri sekitar 130 orang warga setempat, ditambah kerabat penyelenggara dari Semarang dan Umbulharjo. Panewu Mlati, Diyah Purwanti, mengonfirmasi bahwa keluhan mulai muncul secara kolektif pada Minggu malam.

"Tadi malam, warga kami mengeluhkan gejala mulai dari diare, mual dan pusing. Sampai hari ini masih ada yang mengeluhkan gejala itu," ujar Diyah, Senin (4/5/2026).

Distribusi Nasi Boks Meluas hingga ke Lapangan Getas

Potensi penambahan jumlah korban masih terbuka lebar mengingat distribusi nasi boks tidak hanya terbatas pada tamu undangan pengajian. Panitia diketahui membagikan sisa hidangan ke pihak luar, termasuk yayasan sosial dan anak-anak di sekitar lokasi.

"Sisanya dibagikan ke yayasan sama ada yang diberikan ke anak-anak yang bermain sepak bola di Lapangan Getas," ungkap Diyah.

Merespons situasi ini, otoritas setempat bergerak cepat dengan mendirikan posko darurat di rumah Dukuh Toragan. Selain melibatkan Puskesmas dan BPBD, pihak kecamatan juga menyebarkan formulir digital (Google Form) untuk mendata warga lain yang kemungkinan merasakan gejala serupa namun belum melapor.

Data Dinas Kesehatan: 28 Orang Jalani Rawat Jalan

Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman hingga Senin pukul 11.00 WIB, tercatat 28 orang teridentifikasi mengalami gejala keracunan. Sebaran pasien mencakup 20 orang di Posko Toragan, 7 orang di RSA UGM, dan 1 orang di Puskesmas Mlati II.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Khadijah Yuliati, memastikan seluruh korban saat ini hanya memerlukan penanganan rawat jalan. Gejala klinis yang ditemukan pada pasien meliputi sakit perut, diare, pusing, hingga demam tinggi.

"28 orang itu menjalani rawat jalan," kata Khadijah.

Dugaan Penyebab: Menu Ayam Bakar dan Jeroan Usus

Tim medis dan petugas kesehatan lingkungan tengah menelusuri sumber kontaminasi dari menu nasi boks yang disajikan. Hidangan tersebut diketahui berisi nasi putih, ayam bakar, krecek, jeroan usus, telur rebus, pisang, serta lalapan mentimun.

Sampel makanan dari acara tersebut kini sedang dalam proses pengujian laboratorium untuk memastikan jenis bakteri atau zat yang memicu reaksi keracunan massal. Langkah ini diambil guna mencegah kejadian serupa, terutama di tengah tingginya frekuensi acara sosial masyarakat menjelang musim keberangkatan haji di wilayah Sleman.

Bagikan
Sumber: tvonenews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks