Pencarian

Kelompok Peternak Ikan Patin Bantul Suplai Bahan Baku Menu Makan Bergizi Gratis, Hasil Panen Diolah Jadi Filet

Selasa, 12 Mei 2026 • 15:10:40 WIB
Kelompok Peternak Ikan Patin Bantul Suplai Bahan Baku Menu Makan Bergizi Gratis, Hasil Panen Diolah Jadi Filet
Kelompok peternak ikan patin di Bantul suplai filet ikan untuk program makan bergizi gratis.

BANTUL — Kelompok pembudidaya ikan patin di Dusun Ponggok, Kalurahan Trimulyo, Bantul, menjadi salah satu pemasok bahan baku untuk menu program makan bergizi gratis (MBG). Hasil panen mereka diolah menjadi filet ikan yang langsung dikirim ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.

Pendamping Kelompok Mina Ponggok Sejahtera, Pandu Adiputra, mengatakan bahwa sebagian besar hasil panen patin dialokasikan untuk kebutuhan program pemerintah itu. Ikan patin yang dipanen kemudian diproses di pabrik menjadi filet sebelum didistribusikan.

Bibit Didatangkan dari Jawa Barat

Untuk menjaga pasokan, kelompok peternak mendatangkan bibit ikan patin dari luar daerah. Bibit berukuran tiga hingga empat sentimeter dikirim dari Subang, Bogor, dan Bekasi, Jawa Barat.

"Bibitnya sendiri dari Subang, Bogor, dan Bekasi. Kebetulan untuk wilayah DIY dan Jateng, pemijahan patin belum terlalu familiar seperti lele atau nila," kata Pandu Adiputra, Selasa.

Bibit tersebut kemudian dibesarkan di kolam hingga mencapai ukuran konsumsi. Setelah tumbuh hingga lima sampai enam sentimeter, ikan dipindahkan ke kolam besar untuk pembesaran lebih lanjut.

Kendala Lahan dan Tingkat Kelangsungan Hidup

Meski berjalan, kelompok peternak masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan luas kolam. Lahan yang tersedia hanya sekitar 15 hingga 17 meter persegi dengan kedalaman 1,5 meter.

"Kalau idealnya itu per meter kubiknya hanya ada 15-20 ikan. Tapi luas kolam di sini hanya 15-17 meter persegi, dengan kedalaman 1,5 meter. Dan itu diisi bibit ikan patin sebanyak 8 ribu ekor," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, tingkat kelulushidupan atau survival rate mencapai 90 persen. Artinya, sekitar 10 persen bibit tidak bertahan hingga masa panen.

Selain MBG, Pasok Pasar Tradisional

Hasil perikanan budidaya air tawar kelompok ini tidak seluruhnya diserap program MBG. Sebagian ikan juga diambil oleh tengkulak dan dijual ke konsumen melalui pasar tradisional.

Pihak kelompok berharap usaha budidaya ikan patin ini dapat terus berkembang. "Kami ini swadaya dan ingin berkembang di bidang usaha ini. Tujuannya yakni agar bermanfaat dan hasil akhirnya itu kemajuan ekonomi masyarakat," kata Pandu.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks