Pencarian

Santri MAN PK MAN 1 Yogyakarta Kritisi Efisiensi Anggaran Pendidikan, Didorong Jadi Generasi Anti-Korupsi

Selasa, 19 Mei 2026 • 14:09:01 WIB
Santri MAN PK MAN 1 Yogyakarta Kritisi Efisiensi Anggaran Pendidikan, Didorong Jadi Generasi Anti-Korupsi
Santri MAN 1 Yogyakarta mengkritisi efisiensi anggaran pendidikan dalam Forum Ngaji Inspirasi.

YOGYAKARTA — Forum Ngaji Inspirasi di Aula MAN 1 Yogyakarta berubah menjadi ruang diskusi panas saat santri melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dinilai kurang berpihak pada pendidikan. Beberapa di antaranya menyoroti efisiensi anggaran pendidikan dan ancaman pencabutan beasiswa bagi santri MAN PK.

“Santri hari ini tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus kuat secara karakter dan memiliki keberanian intelektual,” ujar Binziad Kadafi di hadapan peserta.

Karakter Negatif yang Harus Dilawan Santri

Dalam pemaparannya, pria yang juga alumni MAN 1 Yogyakarta angkatan 1990–1993 itu mengingatkan enam karakter buruk masyarakat Indonesia yang pernah disampaikan budayawan Mochtar Lubis. Karakter itu meliputi sikap munafik, mental feodal, lemahnya tanggung jawab, kebiasaan menghindari disiplin, hingga kurangnya keberanian mengkritik ketidakadilan.

Menurut Binziad, santri justru harus menjadi garda terdepan yang membalik karakter tersebut. “Jujur, disiplin, berintegritas, berpikiran terbuka, dan memiliki keberanian moral dalam memperjuangkan kebenaran,” tegasnya.

Dari Pesantren ke Panggung Internasional

Binziad membagikan perjalanan panjangnya dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, melanjutkan studi magister di University of Washington School of Law, Amerika Serikat, hingga meraih gelar doktor dari Tilburg University Law School, Belanda. Ia menjadi bukti bahwa santri madrasah mampu bersaing di level global.

“Perjalanan itu menunjukkan bahwa santri punya peluang besar untuk berkiprah di level nasional maupun internasional,” tambahnya.

Kepala MAN 1: Santri Harus Kritis Tapi Santun

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd, menegaskan bahwa forum seperti Ngaji Inspirasi menjadi bekal penting bagi santri. Ia menyebut kegiatan ini melatih daya pikir kritis sekaligus kedewasaan sikap.

“Santri harus mampu menyampaikan aspirasi secara cerdas, santun, dan berbasis argumentasi yang kuat. Pendidikan bukan hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga melatih kepekaan sosial serta tanggung jawab kebangsaan,” ujarnya.

Pertanyaan Santri yang Mengindikasikan Kepedulian Tinggi

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan kritis. Banyak santri menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai kurang berpihak pada dunia pendidikan, mulai dari efisiensi anggaran hingga isu pencabutan beasiswa. Pertanyaan-pertanyaan itu menunjukkan kepedulian tinggi terhadap masa depan akses belajar generasi muda.

Edi menambahkan, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga. “Santri belajar langsung dari tokoh nasional, memahami realitas bangsa, sekaligus dilatih untuk berpikir solutif dan tetap menjaga adab dalam menyampaikan kritik,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: web.man1yogyakarta.sch.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks