DI YOGYAKARTA — Argumen bahwa kendaraan listrik (EV) tidak lebih ramah lingkungan karena proses manufaktur baterainya yang intensif energi dan menghasilkan polusi tinggi ternyata tidak berdasar. Klaim yang menyebutkan bahwa pengemudi mobil bensin justru lebih baik secara lingkungan telah dibantah oleh data ilmiah terkini.
Proses Produksi Baterai vs Emisi Gas Buang: Perbandingan Nyata
Selama ini, kritikus EV sering mengangkat isu "dirty battery manufacturing" sebagai kelemahan utama. Mereka berargumen bahwa energi dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menambang lithium, kobalt, dan nikel, serta proses produksi baterai, menghasilkan jejak karbon yang sangat besar.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa setelah baterai EV diproduksi, kendaraan tersebut tidak menghasilkan emisi gas buang sama sekali saat dikendarai. Sebaliknya, mobil bensin atau diesel terus mengeluarkan CO2 dan polutan setiap kali mesin dinyalakan.
Kapan Titik Impas Lingkungan Tercapai?
Studi tersebut menghitung bahwa meskipun produksi baterai memang menghasilkan polusi tinggi, efeknya akan "terbayar lunas" atau mencapai titik impas lingkungan dalam waktu kurang lebih dua tahun pemakaian. Setelah periode itu, total emisi yang dihasilkan EV secara keseluruhan (dari produksi hingga penggunaan) menjadi lebih rendah dibandingkan mobil bensin.
Artinya, mobil listrik yang digunakan selama 5, 10, atau 15 tahun akan memiliki dampak lingkungan yang jauh lebih kecil. Angka dua tahun ini menjadi kunci untuk membantah mitos lama yang kerap digunakan untuk meragukan manfaat EV.
Dampak pada Pasar Otomotif Indonesia
Temuan ini relevan bagi konsumen Indonesia yang mulai melirik kendaraan listrik. Dengan insentif pemerintah dan semakin banyaknya model EV yang diluncurkan, data ini bisa menjadi pertimbangan objektif bagi calon pembeli.
Alih-alih terjebak dalam narasi bahwa EV hanya memindahkan polusi dari knalpot ke pabrik, data menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, EV tetap menjadi pilihan yang lebih bersih. Bagi pengguna yang menempuh jarak tempuh tahunan tinggi, titik impas dua tahun itu bahkan bisa tercapai lebih cepat.