YOGYAKARTA — Ari Irham, pemain film "Seni Merayu Tuhan", mengingatkan bahwa proses menjadi pribadi yang lebih baik kerap kali berbanding terbalik dengan keinginan banyak orang akan hasil yang serba cepat. Ia menekankan bahwa perubahan karakter yang sejati tidak pernah hadir dalam sekejap mata.
Pernyataan tersebut disampaikan Ari di sela-sela promosi film terbarunya yang diangkat dari novel berjudul sama karya Fiersa Besari itu. Kepada awak media di Yogyakarta, ia lantas mengaitkan pesan tersebut dengan salah satu dialog favoritnya dalam film, yakni "pelan-pelan, tapi pasti".
Dialog Favorit yang Menjadi Pegangan Hidup
Bagi Ari, kalimat "pelan-pelan, tapi pasti" bukan sekadar rangkaian kata dalam skenario. Ia menyebut dialog itu sebagai penggambaran paling jujur tentang bagaimana sebuah perubahan bisa bertahan lama.
"Ada salah satu dialog yang sangat aku suka di film ini, 'pelan-pelan, tapi pasti', tidak ada proses yang ujug-ujug sempurna," ujar Ari Irham dalam pernyataannya, Kamis (13/2/2025).
Aktor yang juga dikenal sebagai musisi itu menambahkan, jalan pintas atau proses instan justru berisiko membuat seseorang kehilangan arah, seperti yang dialami karakternya di film.
Hikmah dan Bahaya Jalan Pintas
Dalam film "Seni Merayu Tuhan", Ari Irham memerankan tokoh Hikmah. Karakter ini menjadi contoh nyata bagaimana seseorang bisa tersesat ketika terlalu terburu-buru mengejar kesempurnaan tanpa diiringi proses pendewasaan diri.
"Kalau mau instan, yang ada justru jadi seperti Hikmah, hilang arah," kata Ari, mengomentari karakternya tersebut.
Melalui karakter ini, ia berharap penonton bisa mengambil pelajaran bahwa setiap individu memiliki waktu dan prosesnya masing-masing dalam bertumbuh. Memaksakan diri untuk berubah sempurna dalam waktu singkat, justru berpotensi melahirkan kebingungan dan kehilangan jati diri.
Sinopsis Singkat Film Seni Merayu Tuhan
Film "Seni Merayu Tuhan" mengadaptasi novel populer karya Fiersa Besari. Kisahnya berfokus pada perjalanan hidup Hikmah dan bagaimana ia bergulat dengan berbagai pilihan hidupnya.
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama, termasuk Ariel Irham, dan telah tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Kehadiran film ini sekaligus menjadi pengingat bahwa karya sastra yang diadaptasi ke layar lebar mampu menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.