Pencarian

Tiyasan di Sleman Siap Naik Kelas Jadi Ekosistem Ekonomi Kreatif Baru, Modal Kuliner Hingga Ruang Publik

Minggu, 23 Agustus 2026 • 09:28:02 WIB
Tiyasan di Sleman Siap Naik Kelas Jadi Ekosistem Ekonomi Kreatif Baru, Modal Kuliner Hingga Ruang Publik
Suasana kawasan Tiyasan di Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, yang tengah disiapkan menjadi ekosistem ekonomi kreatif baru.

Kawasan Tiyasan di Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, tengah disiapkan menjadi ekosistem ekonomi kreatif baru di Yogyakarta bagian utara. Pertumbuhan usaha kuliner, kafe, dan UMKM di kawasan itu disebut sebagai modal utama untuk menghubungkan potensi ekonomi lokal dalam satu wadah yang lebih inklusif. Peluang ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sleman yang mencapai 6,53 persen pada 2025, tertinggi dalam satu dekade terakhir.

SLEMAN — Kawasan Tiyasan di Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, tidak lagi sekadar menjadi tujuan kuliner warga. Area ini mulai dipetakan sebagai cikal bakal ekosistem ekonomi kreatif yang menghubungkan pelaku UMKM, komunitas, dan ruang publik dalam satu kesatuan aktivitas ekonomi.

Potensi itu menguat di tengah catatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sleman yang menembus 6,53 persen pada 2025. Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif sebagai payung hukum pengembangan sektor tersebut.

Modal Besar: Kuliner, UMKM, dan Ruang Publik yang Saling Terhubung

Kalurahan Sinduharjo memiliki beragam potensi yang selama ini tumbuh parsial. Mulai dari kuliner tradisional, produk olahan, usaha kopi, hingga Taman Lohjinawi yang kerap menjadi ruang interaksi masyarakat.

Keberadaan ruang publik dan sentra usaha yang berdekatan dinilai menjadi nilai lebih. Kolaborasi keduanya bisa menggerakkan aktivitas ekonomi warga secara lebih luas.

PGN: Kunci Ekosistem Ada pada Konektivitas Antar Pelaku

Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Fajriyah Usman, menilai perkembangan kawasan seperti Tiyasan menunjukkan pentingnya membangun ekosistem ekonomi lokal. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh jumlah usaha yang muncul, tetapi juga bagaimana potensi tersebut saling terhubung.

"Tiyasan memiliki modal tersebut melalui perkembangan kuliner, UMKM, komunitas, dan ruang publik," ujar Fajriyah dalam keterangan yang diterima di Sleman.

Ia menambahkan, ketika pelaku UMKM, usaha kuliner, komunitas, dan masyarakat memiliki ruang untuk bertemu, peluang kegiatan ekonomi baru akan muncul secara organik.

Suadesa Festival 2026 Jadi Ruang Temu Pelaku Usaha Lokal

Salah satu upaya mempertemukan potensi tersebut diwujudkan melalui Suadesa Festival 2026 yang digelar di kawasan Tiyasan pada 22–23 Agustus 2026. Kegiatan yang didukung PGN ini dirancang bukan hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga ruang promosi dan pengembangan potensi ekonomi lokal.

Kepala Desa Sinduharjo, Sudarja, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia berharap festival ini bisa membuka ruang ekonomi dan kreativitas warga secara berkelanjutan.

"Event Suadesa Festival yang digelar di Tiyasan harapannya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membuka ruang bagi kegiatan ekonomi dan kreativitas warga," kata Sudarja.

Langkah Selanjutnya: Menghubungkan Taman Lohjinawi dengan Sentra UMKM

Sudarja menyebut Taman Lohjinawi sebagai salah satu potensi yang perlu dikembangkan. Ruang publik dengan pemandangan menarik itu berada tidak jauh dari sentra UMKM setempat.

"Ke depan kami ingin potensi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Ruang publik, kuliner, UMKM, dan kegiatan masyarakat bisa saling terhubung sehingga Tiyasan memiliki daya tarik yang lebih kuat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga," ujarnya.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks