Pencarian

Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan; 2.894 Titik Panas Terdeteksi

Senin, 24 Agustus 2026 • 13:04:31 WIB
Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan; 2.894 Titik Panas Terdeteksi
Presiden Prabowo Subianto meninjau penanganan karhutla di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan sebagai lanjutan agenda serupa di Kalimantan.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Sumatera, dimulai dari Riau. Kunjungan ini merupakan lanjutan dari peninjauan serupa di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, menyusul terdeteksinya 2.894 titik panas di 10 provinsi Sumatera.

JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto akan meninjau penanganan karhutla di Sumatera, dengan fokus utama di Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Langkah ini diambil untuk memastikan upaya pemadaman berjalan cepat, terpadu, dan efektif di tengah memburuknya kualitas udara di sejumlah kota besar.

Kunjungan presiden ke Sumatera merupakan kelanjutan dari agenda serupa di Kalimantan beberapa hari lalu. Dari hasil peninjauan tersebut, pemerintah menilai langkah tanggap darurat telah berjalan optimal, dan kini fokus penanganan diperluas ke wilayah dengan konsentrasi titik api tertinggi.

Konsentrasi Titik Api Tertinggi di Sumatera Selatan

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), konsentrasi titik panas atau hotspot tertinggi di Sumatera berada di Sumatera Selatan dengan 1.410 titik. Menyusul di bawahnya, Provinsi Riau mencatatkan 480 titik dan Jambi 425 titik.

Luas lahan yang terbakar di 10 provinsi Sumatera pada 2026 tercatat mencapai 36.047,64 hektare. Kondisi ini mempertegas perlunya penanganan yang lebih masif, terutama di area gambut yang rawan api muncul kembali di bawah permukaan.

Kualitas Udara Memburuk di Pekanbaru

Dampak karhutla mulai terasa langsung oleh warga. Indeks kualitas udara (AQI) di Pekanbaru tercatat berada di angka 225, masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, kota Jambi dan Palembang masing-masing mencatatkan AQI 187 dan 180.

Menanggapi hal ini, pemerintah memastikan operasi terpadu terus diperkuat melalui pemadaman darat, patroli, water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC). Penanganan dilakukan tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga mencegah munculnya titik api baru serta melindungi masyarakat dari kabut asap.

Penegakan Hukum untuk Areal Konsesi yang Lalai

Presiden Prabowo telah menginstruksikan tindakan tegas tanpa kompromi terhadap pihak yang lalai. Aparat penegak hukum disebut telah memulai proses penyelidikan terhadap sejumlah area konsesi korporasi yang terbukti terbakar maupun lalai dalam menjaga lahannya.

"Kunjungan ini akan menjadi bagian dari komitmen Presiden untuk memastikan negara hadir dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak karhutla dan kabut asap," kata Prasetyo dalam pernyataan tertulisnya, Senin.

Perhatian khusus diberikan pada lahan gambut, karena api dapat menjalar di bawah permukaan dan kembali muncul. Proses pemadaman, pembasahan, dan penyisiran secara berulang menjadi kunci dalam menangani area tersebut. Pengawasan areal konsesi dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan atau membiarkan terjadinya kebakaran juga akan diperkuat.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks